news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto (tengah) menunjukkan barang bukti terkait pengungkapan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid asal Thailand di Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/7)..
Sumber :
  • Antara

BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Cannabinoid asal Thailand, Pelaku Samarkan Barang sebagai Produk Lateks

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil membongkar upaya penyelundupan narkotika skala besar berupa 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid yang dikirim dari Thailand. 
Kamis, 2 Juli 2026 - 19:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil membongkar upaya penyelundupan narkotika skala besar berupa 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid yang dikirim dari Thailand

Dalam operasi pemberantasan jaringan internasional ini, petugas mengamankan 12 orang tersangka, di antaranya merupakan satu warga negara asing.

Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi antara BNN RI, Kepolisian RI, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 

Pengungkapan kasus ini dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/7).

"Sebanyak 12 tersangka kami amankan dan semuanya memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut. Dari jumlah itu, diketahui terdapat satu orang merupakan warga negara asing sedangkan gudang di Kabupaten Gresik digunakan sebagai lokasi penyimpanan barang sebelum diedarkan," kata Suyudi.

Selain di Gresik yang menjadi lokasi gudang penyimpanan utama, petugas juga melakukan pengembangan penyidikan di beberapa titik lain, termasuk Jakarta dan Purwakarta, Jawa Barat, untuk memutus rantai sindikat lintas negara tersebut.

Dalam operasi tersebut, barang bukti yang disita mencapai 3.371.400 gram atau sekitar 3,37 ton bruto kuncup bunga cannabinoid. 

Para pelaku mencoba mengelabui petugas dengan memalsukan dokumen impor, di mana narkotika tersebut diklaim sebagai produk lateks.

Terkait dalang di balik penyelundupan ini, Suyudi membeberkan bahwa ada keterlibatan aktor intelektual dari luar negeri. 

"Hasil penyelidikan sementara menunjukkan jaringan tersebut diduga dikendalikan warga negara Malaysia berinisial CKF alias L dan warga negara Tiongkok berinisial ZI alias J," tuturnya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol. Aswin Sipayung, mengungkapkan tujuan penggunaan barang haram tersebut. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ribuan kilogram cannabinoid itu rencananya bakal diolah menjadi bahan campuran rokok elektrik atau vape untuk dipasarkan di wilayah Indonesia.

Aswin menekankan bahwa kasus ini menjadi alarm kuat terkait perubahan taktik para penyelundup global. 

Mereka kini semakin berani memanfaatkan celah pada jalur perdagangan resmi dan administrasi kepabeanan guna memasukkan narkotika ke tanah air. (ant/dpi)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

15:18
04:32
02:47
01:52
03:57
05:53

Viral