news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasus Pembakaran Tiga Santri Viral, Polda NTB Bertindak Akui Segera Tetapkan Tersangka.
Sumber :
  • Antara

Kronologi Kasus Pembakaran Tiga Santri di Pesantren Lombok Tengah Versi Kemenag, Berawal dari Aktivitas ini

Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkap kronologi kasus dugaan pembakaran 3 santri di pondok pesantren di Lombok Tengah.
Rabu, 8 Juli 2026 - 11:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkap kronologi kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri.

Peristiwa tiga santri diduga dibakar oleh temannya berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW di Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Peristiwa dugaan pembakaran terhadap santri di ponpes tersebut terjadi pada akhir 2025. Akibatnya, dua santri mengalami luka bakar parah dan satu santri meninggal dunia usai menjalani perawatan akibat luka bakar berat, tepatnya pada bulan puasa 2026.

Kronologi kasus dugaan pembakaran terhadap santri di pesantren di wilayah Lombok Tengah tertuang dalam surat resmi dengan Nomor B-043/Kk.18.02/3/PP.00.07/06/2026.

Kronologi Kasus Tiga Santri Diduga Dibakar di Pesantren Lombok Tengah

Berikut kronologi kasus pembakaran santri di Lombok Tengah versi Kemenag yang dirangkum tvOnenews.com pada Rabu (8/7/2026).

Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren, Kemenag Lombok Tengah, Muhammad Salim menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pihak pesantren, peristiwa dugaan pembakaran ini bermula sekitar pukul 13.45 WIB. Kala itu kebetulan memasuki jam istirahat.

Di momen itu, lima santri berkumpul di sebuah ruangan pondok. Mereka rencananya akan membuat ketapel. Salah satu santri bernama Moh. Reyhan menyuruh temannya membeli bensin.

Permintaan tersebut didasari karena adanya rencana bensin akan digunakan untuk meluruskan kayu yang bengkok. Tujuannya untuk dijadikan sebagai bahan membuat ketapel.

Kemudian, kelima santri tersebut memasuki ruangan hingga mengunci pintu. Mereka tidak menginginkan aktivitasnya diketahui oleh banyak orang, termasuk pengasuh maupun pimpinan ponpes.

Dalam ruangan tersebut, mereka melihat ada mika bekas. Bahan ini berfungsi sebagai wadah untuk menuangkan bensin, sedangkan botol yang berisi bensin diletakkan di sebelah mika tanpa ditutup.

Mereka pun menyalakan api untuk membakar bensin di dalam wadah tersebut. Alih-alih berhasil, botol bensin di sebelah mika tidak sengaja tersenggol dan membuat bensin tumpah mengenai kasur.

Dampaknya pun memicu percikan api dari kasur bekas pengasuh ponpes dulu yang sudah tidak dipakai lagi. Tanpa butuh waktu lama, api semakin membesar hingga menyeliputi ruangan tersebut.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:39
01:56
01:15
05:45
01:34
01:16

Viral