news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jelang Konferensi Pers 3 Kasus Korupsi Besar, Polri Perlihatkan 11 Kontainer Barang Bukti.
Sumber :
  • tvOnenews - Julio

Jelang Konferensi Pers 3 Kasus Korupsi Besar, Polri Perlihatkan 11 Kontainer Barang Bukti

Jelang konferensi pers 3 kasus korupsi besar, Polri perlihatkan dan pajang 11 kontainer barang bukti di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat
Jumat, 10 Juli 2026 - 19:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Jelang konferensi pers 3 kasus korupsi besar, Polri perlihatkan dan pajang 11 kontainer barang bukti di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026) sore.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi internal Polri jumpa pers kali ini menyampaikan perkembangan terkini tentang tiga kasus korupsi besar yang tengah diusut, dengan menampilkan 11 kontainer dan 2 koper barang bukti hasil penggeledahan sebagai wujud transparansi penyidikan.

Dari pantauan tvOnenews.com, di depan Gedung Promoter Polda Metro Jaya tampak tidak seperti biasanya. Pasalnya, puluhan personel Korps Brimob Polri bersenjata lengkap disiagakan di area markas, mengawal prosesi konferensi pers terkait perkembangan tiga kasus dugaan korupsi besar yang meliputi kasus batu bara PLTU, PT Asabri (Persero), dan Krakatau Steel.

Dari pantauan di tempat, setiap kontainer dan koper yang ditampilkan diberi label keterangan lokasi penggeledahan yang telah dilakukan tim gabungan sejak Rabu (8/7/2026).

Seperti diketahui, tim gabungan Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya secara masif melancarkan upaya paksa ke berbagai lokasi di Jabodetabek.

Pada Rabu (8/7/2026), tim menyisir 12 lokasi, mulai dari kantor perusahaan di Cengkareng dan Jakarta Pusat, hingga rumah mewah di Serpong, Kuningan, dan Sentul.

Penyidikan berlanjut pada Kamis (9/7/2026) malam, ketika penyidik tiba di kawasan Jalan Asem II, Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, sekitar pukul 23.12 WIB dengan kekuatan tiga bus dan satu mobil Inafis. 

Penggeledahan ini melengkapi rangkaian penyidikan di 13 lokasi total. Hasil dari serangkaian penggeledahan ini mencengangkan. 

Di Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer di Cipete, penyidik menemukan brankas tersembunyi di balik lemari pajangan yang berisi uang tunai Rp67,2 miliar.

Selain itu, dari rangkaian penyidikan sebelumnya, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dalam berbagai mata uang asing dengan total nilai ratusan miliar rupiah yang diduga hasil suap dan gratifikasi. 

Di samping itu, saat ini, di gedung Promoter Polda Metro Jaya, tampak emas batangan hingga gepokan duit mulai dari rupiah, dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura dipamerkan di ruang konferensi pers.

Ada juga beberapa kontainer plastik hingga komputer. Ada juga barang bukti yang ditutup dengan selimut salah satu klub bola.

Jelang Konferensi Pers 3 Kasus Korupsi Besar, Polri Perlihatkan 11 Kontainer Barang Bukti
Sumber :
  • tvOnenews - Julio

"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025," ucap Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, Rabu (8/7/2026).

Berikut hasil penggeledahan di berbagai lokasi berdasarkan keterangan dari Kortas Tipikor Polri.

Hasil Penggeledahan di de'Clan Cipete

1. Dokumen
2. Handphone
3. SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD
4. USD 889.965
5. Rp 259.159.000

Selain itu, polisi kemudian mengkonversi seluruh uang tunai tersebut dalam bentuk rupiah, total Rp60 M.

Hasil Penggeledahan di Money Changer Cipete

1. 71 item barang bukti
2. 16 uang asing, dikonversi ke rupiah total sekitar Rp 7,2 miliar

Berikut Hasil Penggeledahan di Rumah Mewah Sentul

1. 74 kg emas batangan
2. USD 4.767.300
3. SGD 14.083.800
4. Rp 100.000.000
5. Dokumen
6. Handphone
7. Sejumlah foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan brankas

Polisi kemudian mengkonversi seluruh uang tunai tersebut dalam bentuk rupiah, total senilai Rp 476 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya: Ini Atensi Presiden Prabowo

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," ucap Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).

Bahkan kata dia, penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," bebernya. (aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral