news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jelang Konferensi Pers Polri Terkait 3 Kasus Korupsi Besar, Situasi Gedung Jampidsus Kejagung Sepi.
Sumber :
  • tvOnenews - Aldi Herlanda

Jelang Konferensi Pers Polri Terkait 3 Kasus Korupsi Besar, Situasi Gedung Jampidsus Kejagung Sepi

Jelang konferensi pers polri terkait dugaan tiga kasus korupsi besar yakni batu bara di PLN, ASABRI, & utang Krakatau Steel, di sejumlah wilayah, Cipete, Sentul
Jumat, 10 Juli 2026 - 20:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Jelang konferensi pers polri terkait dugaan tiga kasus korupsi besar yakni batu bara di PLN, ASABRI, dan utang Krakatau Steel, di sejumlah wilayah, seperti Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel) hingga Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar), yang diduga menyeret Jampidsus Kejagung, berinisial FA.

Polri telah menyita berbagai barang bukti mulai dari emas batangan hingga uang. Bahkan barang bukti itu ditampilkan dalam konferensi pers di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).

Selain itu, dari pantauan awak media, saat ini puluhan anggota brimob bersenjata berjaga-jaga di Gedung Polda Metro Jaya. 

Sementara, dari pantauan tim tvOnenews.com, suasana gedung Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) atau gedung bundar Kejaksaan Agung atau Kejagung tampak sepi, Jumat (10/7/2026) malam.

Bahkan, tidak terlalu banyak aktivitas keluar masuk orang ke gedung bundar. Hanya ada sejumlah awak media yang menunggu tepat di depan gedung.

Sementara pantauan saat memasuki gedung Kejaksaan Agung terlihat beberapa anggota TNI yang melakukan penjagaan. Mereka pun nampaknya berjaga dengan santai.

Selain di depan gedung bundar, aktivitas di depan gedung Jaksa Agung Muda bidang Pidana Militer yang tepat berada di sebelahnya terlihat sepi.

Sebelumnya, Jampidsus Febrie Adriansyah menggelar konferensi pers terkait dengan aksi penggeledahan yang dilakukan Tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kortastipidkor Polri).

Penggeledahan tersebut dilakukan di salah satu cafe di wilayah Cipete, Jakarta Selatan. Lalu mereka melakukan penggeledahan di rumah Febrie yang berada di Sentul, Bogor.

Dalam keterangannya, Febrie mengakui rumah tersebut memang merupakan aset pribadinya. 

Namun, ia menegaskan rumah itu telah dimiliki sejak lama dan seluruh proses kepemilikannya dapat dipertanggungjawabkan.

"Rumah Sentul memang itu rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama, proses kepemilikannya bisa dilihat," ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada yang disembunyikan terkait kepemilikan rumah tersebut karena seluruh dokumen dapat ditelusuri sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan, bahwa operasional penanganan perkara tindak pidana khusus tetap berjalan normal meskipun namanya sempat dikaitkan dengan isu korupsi yang tengah diusut oleh pihak kepolisian.

Ia menjamin seluruh tim di bawah komandonya tetap bekerja secara profesional.

“Kami memastikan bahwa seluruh kegiatan dan tugas yang telah diperintahkan kepada kami dan rekan-rekan semua di Gedung Bundar yang sedang melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun tugas-tugas di lapangan dalam mengeksekusi barang-barang bukti, ini tetap berjalan. Bahkan, saya monitor tetap sesuai dengan SOP, berjalan dengan cepat,” ujarnya. 

Terpisah, Polisi menyita berbagai barang bukti mulai dari emas batangan hingga uang. Barang bukti itu ditampilkan dalam konferensi pers di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026). 

Tampak emas batangan hingga gepokan duit mulai dari rupiah, dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura dipamerkan di ruang konferensi pers.

Ada juga beberapa kontainer plastik hingga komputer. Ada juga barang bukti yang ditutup dengan selimut salah satu klub bola.

"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025," ucap Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, Rabu (8/7/2026).

Berikut hasil penggeledahan di berbagai lokasi berdasarkan keterangan dari Kortas Tipikor Polri.

Hasil Penggeledahan di de'Clan Cipete

1. Dokumen
2. Handphone
3. SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD
4. USD 889.965
5. Rp 259.159.000

Selain itu, polisi kemudian mengkonversi seluruh uang tunai tersebut dalam bentuk rupiah, total Rp60 M.

Hasil Penggeledahan di Money Changer Cipete

1. 71 item barang bukti
2. 16 uang asing, dikonversi ke rupiah total sekitar Rp 7,2 miliar

Berikut Hasil Penggeledahan di Rumah Mewah Sentul

1. 74 kg emas batangan
2. USD 4.767.300
3. SGD 14.083.800
4. Rp 100.000.000
5. Dokumen
6. Handphone
7. Sejumlah foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan brankas

Polisi kemudian mengkonversi seluruh uang tunai tersebut dalam bentuk rupiah, total senilai Rp 476 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya: Ini Atensi Presiden Prabowo

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," ucap Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).

Bahkan kata dia, penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," bebernya. (aag)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral