- Kolase tvOne/Abdul Rohim & ChatGPT
Siapa Pelaku Bullying dalam Kasus Santri Terbakar di Ponpes Lombok Tengah? Identitasnya Mengejutkan
Berdasarkan hasil penyelidikan, YR tidak berada di lokasi kejadian. Sementara, MR sebagai salah satu terduga pelaku bullying merasakan insiden keji tersebut.
"Pada saat peristiwa terjadinya kebakaran itu memang yang ada di situ hanya MR, sedangkan YR itu tidak ada di lokasi, tetapi ada riwayat bullying," terangnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid mengungkapkan bahwa peristiwa pembakaran tiga santri terjadi di ponpes di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB pada 13 Desember 2025.
"Penyelidikan baru dilakukan karena para korban tidak langsung melaporkan kejadian tersebut pada saat peristiwa di 2025," kata Kholid.
Peristiwa tersebut membuat tiga santri menjadi korban. Identitas mereka yakni Ahmad Deven Ramdan (14), Sahid Al Hudri (12), dan Sahril Sobirin alias NSS (13).
Korban bernama Sahril Sobirin mengalami luka bakar sekitar 60-70 persen. Meski sempat dirawat, pria berusia 13 tahun itu meninggal dunia pada Februari 2026.
Korban bernama Deven mengalami luka bakar 30-40 persen, Sahid Al Hudri luka bakar 20-30 persen. Sementara, Yusuf yang selamat mengalami luka ringan dan MR tidak mengalami luka bakar.
"Dalam penanganan perkara ini setidaknya 20 saksi diperiksa, termasuk ahli pidana dan ahli kedokteran dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) serta menyita barang bukti," jelas Kholid.
Sementara, Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean mengungkap peran masing-masing tersangka. Untuk MR, hal ini berkaitan dengan berlangsungnya peristiwa pembakaran.
Insiden ini bermula saat pelaku inisial MR meminta salah satu korban membeli satu liter bensin sebagai bahan ganti tiner untuk campuran cat. Sebab, kamar terlapor anak akan dicat ulang akibat banyak coretan di tembok.
Pelaku memisahkan BBM untuk kebutuhan kepentingan cat dan sisanya dibawa keluar. Sementara, korban yang baru mencari kayu untuk dijadikan bahan ketapel masuk ke kamar kosong.
"Mereka berkumpul salah satu ruangan untuk membuat ketapel. Pemahaman dari mereka apabila kayu yangg berbentuk V dibakar akan berbentuk kayu," beber Punguan.
Peristiwa kebakaran terjadi saat pelaku membakar sebagian BBM. Ironisnya, api justru melahap seluruh barang di dalam kamar kosong tersebut.