- dok. Setpres
Prabowo Ungkap BUMN Pertahanan Sempat Mau Dijual ke Asing: Saya Larang!
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan perusahaan-perusahaan strategis milik negara berpindah ke tangan asing.
Sikap tersebut menjadi bagian dari komitmennya memperkuat kedaulatan nasional melalui kebangkitan industri pertahanan dalam negeri yang selama ini dinilai sempat terpuruk.
Ia mengungkapkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di sektor pertahanan, sebelumnya berada dalam situasi yang mengarah pada pelepasan kepada pihak asing. Namun, langkah tersebut dipastikan dihentikan.
“Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang,” kata Prabowo, saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikutip Sabtu (11/7/2026).
- Dok. Setpres
Presiden menyebut perusahaan strategis seperti PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) merupakan aset nasional yang harus dipertahankan.
Menurutnya, pemerintah kini memilih membangkitkan perusahaan-perusahaan tersebut agar kembali menjadi tulang punggung industri pertahanan Indonesia.
“Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia mau dibunuh. Mau dijual. Kita bangkitkan. Sekarang akan kita bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu,” ucapnya.
Prabowo menegaskan, upaya membangun kembali industri pertahanan nasional tidak bisa dipisahkan dari pembenahan tata kelola BUMN serta pemberantasan korupsi.
Menurutnya, perusahaan negara hanya akan mampu berkembang apabila dikelola secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Ia mencontohkan perkembangan PT PAL Indonesia yang kini dinilai mampu menghasilkan alutsista berteknologi tinggi.
“PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat,” katanya.
Kemampuan PT PAL tersebut tercermin dari sejumlah produk strategis yang telah dihasilkan, di antaranya Kapal Selam KRI Alugoro yang dirakit melalui skema transfer teknologi bersama Korea Selatan, serta Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter KRI Sampari yang diproduksi sepenuhnya oleh insinyur Indonesia.
Selain sektor galangan kapal, Prabowo juga menyoroti kiprah PT Pindad yang mulai mendapat kepercayaan di pasar internasional. Ia mengungkapkan militer Arab Saudi telah menjalin kerja sama dengan perusahaan pelat merah tersebut.
“Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi ini akan dibangun oleh PT Pindad. Senjata kita teruji,” tuturnya.