- Instagram @brentsastro
Fenomena Embun Es di Dieng, Warga Sebut Suhu Mencapai Minus Enam Derajat Celcius
Jakarta, tvOnenews.com - Warga sebut suhu di ke kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah mencapai minus enam derajat Celcius.
Peristiwa ini menimbulkan fenomena embun beku atau embun upas di kawasan Dieng tersebut.
"Kamis 09 Juli 2026 pagi ini Dieng suhu mencapai -6 derajat celcius, embunpun membeku di tanaman kentang," tulis akun Instagram @brentsastro, dikutip Minggu (12/7/2026).
"Suhu ekstrim di Dieng saat musim kemarau panjang di bulan Juli-Agustus, embun / air membeku menjadi es batu," tulis akun tersebut di postingan lainnya.
- Instagram @brentsastro
Sementara itu, Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang Yoga Sambodo mengatakan fenomena butiran es di permukaan itu dikenal masyarakat sebagai fenomena embun upas.
Secara klimatologis, tekanan udara pada periode Juni-September lebih tinggi di Benua Australia dibanding Asia.
Oleh karena itu, angin yang berhembus dari Australia menuju Asia yang melewati Indonesia, umumnya menandai dimulainya periode musim kemarau, seiring dengan aktifnya monsun Australia.
Pada musim kemarau, kata dia, tutupan awan sangat minimum, sehingga tidak heran jika pada siang hari, matahari akan terasa sangat terik diiringi dengan peningkatan suhu udara.
Hal tersebut, lanjut dia, terjadi karena tidak ada objek di langit yang menghalau sinar matahari.
"Sama seperti pada siang hari, radiasi yang dipancarkan balik oleh permukaan bumi pada malam hari juga optimum karena langit bebas dari tutupan awan," katanya di Semarang, pada Kamis (9/7/2026).
Ia menambahkan kelembapan udara cukup tinggi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi.
Kelembapan udara yang tinggi, lanjut dia, merupakan indikasi udara di wilayah tersebut memiliki kadar air yang tinggi.
BMKG, menurut dia, memprakirakan fenomena embun upas akan mencapai puncak pada bulan Agustus. (ant)