news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepolisian mengamankan peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yakni pria berinisial MY (34) di rumahnya, Jakarta, Senin (13/7)..
Sumber :
  • Antara

MPLS Kacau, Para Guru Panik Terima Teror Bom di 11 Titik SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel

Teror bom dikirim pelaku via WhatsApp kepada guru dan staf TU pada Senin (13/7/2026) pagi bertepatan hari pertama MLPS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). 
Selasa, 14 Juli 2026 - 05:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi telah meringkus pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ia adalah MY (34) seorang wiraswasta yang tinggal tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni SDN Srengseng Sawah 15.

Teror ini dikirimkannya via WhatsApp kepada guru dan staf TU pada Senin (13/7/2026) pagi yang bertepatan dengan hari pertama MLPS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). 

Dalam pesannya, dia mengancam akan meledakkan bom ke 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah tidak melapor ke polisi.

Isi Pesan Teror Bom yang Dikirim ke Guru Kelas 1 dan Staf TU SDN Srengseng Sawah 15 Pagi
Sumber :
  • Luthfia Miranda Putri-Antara

“Selamat pagi dan salam sejahtera, diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik,” demikian isi pesannya. 

“Kami pantau dari wilayah TKP. Bersiap-siap hitung 10 menit dari belakan akan rata semuanya. Jangan coba-coba Anda lapor polisi. Saya tahu di sana ada Pak RT untuk apa,” sambungnya.

Pihak sekolah tidak mau mengambil risiko segera melapor ke pihak berwajib yang langsung ditindaklanjuti dengan penyisiran lokasi.

Plt Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech mengatakan motif MY mengirimkan teror tersebut masih didalami. 

"Untuk motif sampai saat ini kami masih dalami. Kami akan melibatkan psikologi forensik dan juga menggunakan atau menerapkan scientific crime investigation," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Pelaku juga memberikan perlawanan saat ditangkap. MY ditangkap di rumahnya dan barang bukti berupa HP disita. 

"Untuk HP terduga pelaku kami akan lakukan digital forensik," terangnya. 

Setelah penyisiran polisi memastikan kondisi sekolah aman usai dugaan teror bom, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan kembali berlangsung normal pada Selasa (14/7/2026).

Ilustrasi Teror Bom Saat Hari Pertama MPLS Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Pelaku Berhasil Ditangkap Polda Metro Jaya
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Pelaku Tes Kejiwaan

Polisi menjadwalkan pemeriksaan kesehatan jiwa terhadap MY, pria yang diduga melakukan aksi teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Langkah ini diambil guna memastikan kondisi psikologis pelaku pasca-ancaman yang meresahkan warga sekolah tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech, membenarkan adanya rencana tes kejiwaan tersebut.

"Iya betul, kami akan melakukan tes kejiwaan," ujar Ipda Alpino kepada awak media di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Hingga saat ini, pihak penyidik masih melakukan pendalaman terhadap MY. Meskipun sudah diamankan, kepolisian menyatakan bahwa status hukum MY saat ini masih sebagai saksi dalam proses pemeriksaan intensif.

MY ditangkap oleh petugas pada Senin siang sekitar pukul 12.20 WIB di kawasan Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Jagakarsa.

Saat penangkapan berlangsung, pelaku yang sedang sendirian itu dilaporkan tidak memberikan perlawanan kepada petugas.

"Sampai saat ini masih saksi, nanti kami akan sampaikan pada kesempatan berikutnya," kata Alpino menambahkan.

Alpino menegaskan bahwa Polres Metro Jakarta Selatan berkomitmen untuk selalu merespons setiap laporan masyarakat dengan cepat. 

Hal ini dibuktikan dengan langkah sigap petugas yang langsung mengevakuasi para siswa sesaat setelah laporan teror diterima guna menjamin keselamatan mereka.

Sebagai langkah lanjutan, lokasi sekolah telah disisir oleh tim penjinak bom (Jibom) dari Detasemen Gegana. 

Selain aspek keamanan fisik, kepolisian juga menaruh perhatian pada kondisi mental para siswa. Tim Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya dijadwalkan akan memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak di sekolah tersebut.

"Besok dari Direktorat PPA PPO akan hadir ke sekolah untuk melakukan trauma healing terhadap anak-anak kita," tutur Alpino. (ant)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:17
01:20
05:04
01:03
05:21
22:59

Viral