news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • TVR

Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5,11 Persen, Purbaya Sebut APBN Jadi Penyelamat Utama

Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 berhasil menjadi tameng utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang semakin berat.
Rabu, 15 Juli 2026 - 11:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 berhasil menjadi tameng utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang semakin berat.

Meski dunia dibayangi fragmentasi perdagangan, ketegangan geopolitik, hingga gejolak pasar keuangan, Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dengan defisit fiskal tetap berada dalam batas aman.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, berbagai tantangan ekonomi global sepanjang 2025 tidak menggoyahkan fundamental ekonomi Indonesia.

Menurutnya, APBN berperan sebagai shock absorber yang menjaga daya tahan ekonomi sekaligus menopang momentum pertumbuhan nasional.

“Di tengah gejolak global yang terjadi, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Perekonomian nasional mampu tumbuh sebesar 5,11 persen pada tahun 2025, mencerminkan fundamental ekonomi yang resilien dan kemampuan kita dalam menghadapi dinamika global,” ujar Purbaya, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Purbaya menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi kebijakan fiskal pemerintah dengan kebijakan moneter Bank Indonesia, serta dukungan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi barang.

Pemerintah juga tetap menjalankan kebijakan fiskal ekspansif secara terukur tanpa mengabaikan disiplin pengelolaan keuangan negara.

Bukti kehati-hatian tersebut tercermin dari defisit APBN 2025 yang berhasil dijaga di level 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp670,34 triliun. Angka itu dinilai menunjukkan ruang fiskal Indonesia tetap sehat meski pemerintah terus menggelontorkan berbagai stimulus ekonomi.

“Defisit APBN tahun 2025 berhasil dijaga pada level 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau sebesar Rp670,34 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap mampu memberikan stimulus bagi perekonomian tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian fiskal,” kata dia.

Di sisi penerimaan negara, pemerintah akan memperkuat reformasi perpajakan melalui perluasan basis pajak, pemanfaatan teknologi dan data, penguatan pengawasan, hingga optimalisasi penerimaan dari ekonomi digital dan sektor informal.

Sementara di bidang kepabeanan dan cukai, digitalisasi layanan akan terus diperkuat guna meningkatkan kepatuhan sekaligus mendukung investasi dan ekspor.

Pada sisi belanja, pemerintah menegaskan komitmennya meningkatkan efektivitas pengeluaran negara agar lebih tepat sasaran. Perbaikan penyaluran bantuan sosial dan subsidi akan dilakukan melalui integrasi data sosial ekonomi serta optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai acuan utama berbagai program perlindungan sosial.

Sepanjang 2025, pemerintah juga telah menggelontorkan paket stimulus ekonomi secara bertahap dengan total nilai mencapai Rp110,7 triliun.

Stimulus tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, memperkuat sektor riil, mendukung UMKM dan industri padat karya, memperluas akses perumahan, meningkatkan program magang, memberikan insentif transportasi saat liburan, hingga mendukung pemberdayaan generasi muda.

Selain fokus pada stabilitas ekonomi, pemerintah juga memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan sarana produksi, pemanfaatan teknologi, serta modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Di sektor pendidikan, pemerintah memastikan amanat konstitusi tetap dijalankan dengan mengalokasikan sedikitnya 20 persen APBN untuk pendidikan. Anggaran tersebut terus meningkat sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Ke depan, pemerintah akan melanjutkan transformasi ekonomi melalui percepatan digitalisasi, pembangunan infrastruktur, penguatan riset dan inovasi, pemanfaatan teknologi maju, serta peningkatan kualitas SDM.

Di saat yang sama, kesinambungan fiskal tetap menjadi prioritas melalui penguatan penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja, pengendalian defisit secara bertahap, dan pengelolaan utang yang prudent.

Menutup keterangannya, Purbaya menyampaikan apresiasi kepada DPR RI atas dukungan terhadap pengelolaan APBN 2025.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang semakin transparan, akuntabel, dan berkualitas,” pungkasnya. (agr/ree)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:12
01:26
05:21
06:10
00:56
04:23

Viral