- Antara
pen BO Berujung Pemerasan, Kenapa AI Menjadi Tujuan Cewek usai Buat ASN BPN Lompat dari Lantai 12 Apartemen?
Medan, tvOnenews.com - Kematian seorang aparatur sipil negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nias berinisial AL (27) berakhir tragis. Ia diduga melompat dari lantai 12 apartemen akibat menjadi korban pemerasan dua wanita open BO.
Dua wanita open BO inisial FR (31) dan JS (29) menjadi tersangka pemerasan terhadap ASN BPN Nias. Dari hasil penyelidikan, mereka merupakan sindikat.
Tindakan keduanya melakukan pemerasan berujung ASN BPN Nias tersebut diduga nekat melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview Medan. Aksi itu membuat AL tewas.
"Mereka ini salah satu bagian dari sindikat pemerasan. Kedoknya bersifat seksual," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis dikutip, Jumat (17/7/2026).
Peristiwa tersebut membuat tersangka inisiatif melakukan hal mengejutkan. Salah satu di antara dua wanita pekerja seks komersial (PSK) sempat menjadikan artificial intelligence (AI) sebagai tujuan selanjutnya.
Kenapa AI Menjadi Tujuan Cewek Open BO usai Peras hingga Bikin ASN BPN Tewas?
Dalam konferensi pers, Rabu (15/7/2026), AKBP Adrian mengungkapkan salah satu hasil penyelidikan terbaru pihak kepolisian. Seorang tersangka sempat berkonsultasi dengan AI.
Upaya konsultasi dengan AI tersebut terjadi setelah membuat ASN BPN lompat dari lantai 12 apartemen. Adapun tersangka yang melakukan hal itu adalah pelaku FR (31).
"FR ini sempat berkonsultasi dengan AI Dola setelah kejadian itu," kata Adrian.
Adrian mengatakan bahwa, AI yang menjadi ruang konsultasi bagi FR bernama Dola. Aplikasi ini sebelumnya bernama Cici dikenal sebagai asisten berbbasis kecerdasan buatan atau AI.
Hadirnya aplikasi AI tersebut dirancang untuk sejumlah fungsi. Dola sangat membantu pekerjaan, belajar hingga ruang untuk berkreasi.
Fungsi Dola yakni layaknya teman virtual, guru les hingga desainer grafis. Sebab, aplikasi ini mudah diakses melalui telepon genggam.
Terkait fungsi belajar dan pemecah masalah, apliikasi ini dapat menguraikan dan memberikan penjelasan langkah demi langkah untuk soal pelajaran hingga memberikan solusi terhadap suatu masalah.
Dari sejumlah fungsi ini, FR berupaya untuk mencari tahu seputar proses penyelidikan dilakukan oleh pihak kepolisian. Pelaku pun merincikan sejumlah pertanyaan kepada AI.