news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kadin Indonesia dan Kemenperin Dorong Implementasi P2KDBK untuk Perkuat Keselamatan dan Keberlanjutan Industri.
Sumber :
  • Istimewa

Kadin Indonesia dan Kemenperin Dorong Implementasi P2KDBK untuk Perkuat Keselamatan dan Keberlanjutan Industri

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menggelar seminar bertajuk 'Implementasi Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia (P2KDBK) dengan Pendekatan Corporate Sustainability Performance (CSP)' secara hybrid di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (21/07/2026).
Selasa, 21 Juli 2026 - 19:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menggelar seminar bertajuk 'Implementasi Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia (P2KDBK) dengan Pendekatan Corporate Sustainability Performance (CSP)' secara hybrid di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (21/07/2026). 

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin mengatakan penerapan P2KDBK tidak semata-mata merupakan kewajiban untuk memenuhi regulasi, tetapi juga bagian penting dari upaya perusahaan membangun sistem manajemen risiko yang kuat. 

Saleh menjelaskan seiring dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 37 Tahun 2025, perusahaan industri dengan tingkat risiko tinggi dan menengah tinggi diwajibkan memiliki Sertifikat Tanda Sah P2KDBK. 

Karena itu, kata Saleh, diperlukan pemahaman yang komprehensif agar implementasi regulasi tersebut dapat berjalan efektif dan tidak berhenti sebagai beban administratif semata, melainkan menjadi bagian dari budaya keselamatan dan keberlanjutan perusahaan. 

“Kami meyakini keberhasilan implementasi suatu regulasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh komunikasi yang terbuka, pendampingan yang memadai, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” katanya, Jakarta, Selasa (21/7/2026). 

Saleh menambahkan pendekatan CSP yang diangkat dalam seminar ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan dan tata kelola. 

Keberlanjutan juga mencakup kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko, menjaga keselamatan pekerja, melindungi lingkungan, serta memastikan keberlangsungan operasional ketika menghadapi keadaan darurat. 

“Kadin Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung implementasi berbagai kebijakan yang mendorong peningkatan daya saing dan keberlanjutan industri nasional,” ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin RI, Sri Bimo Pratomo yang hadir mewakili Direktur Jenderal IKFT Kemenperin RI Taufik Bawazier mengatakan industri kimia merupakan sektor strategis yang menjadi fondasi bagi berbagai sektor industri lainnya. 

Selain berperan sebagai penyedia bahan baku, industri kimia juga menjadi penggerak nilai tambah dan daya saing industri nasional.  

"Pada triwulan I 2026, industri kimia tumbuh sebesar 7,41 persen, dengan nilai ekspor mencapai 6,18 miliar dolar AS dan berkontribusi sebesar 10,35 persen terhadap pertumbuhan industri pengolahan," kata Bimo. 

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:28
02:23
01:37
04:43
04:30
05:26

Viral