news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi..
Sumber :
  • Antara

Misteri Kasus Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur Belum Terungkap, KDM Datangi Polres Purwakarta

Dedi Mulyadi mendatangi langsung Mapolres Purwakarta pada Senin (27/7/2026) untuk mengetahui perkembangan penyelidikan kasus kematian satpam di Waduk Jatiluhur.
Selasa, 28 Juli 2026 - 09:52 WIB
Reporter:
Editor :

Purwakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lapangan demi meastikan proses hukum kasus kematian Sumarna (42), satpam yang ditemukan tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. 

Dedi mendatangi langsung Mapolres Purwakarta pada Senin (27/7/2026) untuk mengetahui perkembangan penyelidikan kasus tersebut. 

Bahkan, sebelum menemui penyidik, Dedi terlebih dahulu menyambangi rumah keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.

"Pagi ini saya bertemu dengan keluarga korban diduga pembunuhan. Hari ini saya bertemu Pak Kasat Reskrim untuk menanyakan perkembangan (kasus)," ujar Dedi Mulyadi kepada awak media di Mapolres Purwakarta, pada Senin (27/7/2026).

"Kita meminta agar kasus ini segera terungkap karena ini menyangkut rasa aman masyarakat di Jawa Barat," tambahnya.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat mendukung pihak kepolisian dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut. 

Ia menilai kasus kematian Sumarna menjadi perhatian karena berkaitan dengan keamanan di masyarakat.

KDM bahkan menjanjikan dukungan berupa perbaikan fasilitas kantor Satreskrim Polres Purwakarta jika kasus tersebut berhasil diungkap. 

Langkah itu disebut sebagai bentuk dukungan kepada penyidik yang tengah bekerja mengungkap kematian Sumarna.

"Supporting-nya sederhana, kasus ini harus segera terungkap. Kalau sudah terungkap, saya mau rehab ruangan Serse-nya," tegas KDM.

Selain itu, KDM juga menyoroti sistem keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur. Menurutnya, pengawasan terhadap kawasan yang masuk kategori Objek Vital Nasional tersebut masih perlu diperkuat.

KDM menilai Waduk Jatiluhur memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Kawasan tersebut berperan sebagai pengendali banjir, pembangkit listrik, sekaligus penyedia air baku.

Ia mempertanyakan keberadaan sistem kamera pengawas di sejumlah titik penting kawasan waduk. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan Dedi adalah area tanggul bendungan.

"Bayangkan perusahaan besar yang menjaga objek vital negara, masa di tanggulnya tidak ada CCTV?"

KDM meminta Perum Jasa Tirta (PJT) II membangun sistem pengawasan yang lebih terintegrasi. Ia mengusulkan keberadaan command center yang dapat memantau seluruh kawasan selama 24 jam.

"Harusnya PJT punya command center yang dipantau 24 jam. Semua titik harus dipantau sehingga setiap pergerakan orang bisa terdeteksi," katanya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:24
01:47
02:15
01:56
01:47
02:04

Viral