news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menhut Raja Juli Antoni.
Sumber :
  • tvOnenews - Abdul Gani Siregar

Raja Juli Klaim Karhutla Berhasil Ditekan, Kini Waspadai El Nino dan Ancaman Baru

Pemerintah mengklaim berhasil menekan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara signifikan dalam satu dekade terakhir. Namun, di balik tren positif itu
Selasa, 28 Juli 2026 - 16:43 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mengklaim berhasil menekan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara signifikan dalam satu dekade terakhir. Namun, di balik tren positif tersebut, ancaman baru mulai mengemuka seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut fenomena El Nino datang lebih cepat dari siklus normal dan berpotensi memperpanjang musim kemarau.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, luas karhutla terus menurun dalam beberapa periode. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil.

“Kalau kita berhasil menekan karhutla, kalau tadi saya katakan, sebagai bangsa kita patut gembira, dari tahun 2015 itu 2,6 juta, kemudian empat tahun kemudian menjadi 2,1 juta. Empat tahun kemudian 2023 menjadi 1,1 juta,” beber Raja Juli, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).

Ia menambahkan, tren perbaikan juga terlihat pada tahun lalu. Luas karhutla kembali turun dari sekitar 375.000 hektare menjadi sekitar 350.000 hektare. Meski demikian, Raja Juli menegaskan keberhasilan tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah karena tantangan ke depan diperkirakan semakin berat akibat perubahan iklim.

Menurutnya, pengendalian karhutla membutuhkan koordinasi yang lebih kuat antarkementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan. Terlebih, fenomena El Nino diprediksi muncul lebih awal sehingga risiko kekeringan dan kebakaran hutan meningkat lebih cepat dari perkiraan.

“Jadi sebenarnya kita bisa menekan itu, cuma ini butuh koordinasi yang lebih rekat lagi, lebih ketat lagi, karena memang ini El Nino-nya, climate change is real. Jadi kita perlu bersama-sama mengantisipasi,” katanya.

Raja Juli menjelaskan, berdasarkan pola sebelumnya, El Nino terjadi setiap sekitar empat tahun, yakni pada 2015, 2019, dan 2023. Dengan siklus tersebut, fenomena berikutnya seharusnya terjadi pada 2027. Namun, prediksi BMKG menunjukkan El Nino datang lebih cepat sehingga langkah mitigasi harus dilakukan mulai tahun ini.

“Jadi kekeringannya datang lebih cepat ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu harus ada antisipasi,” ucapnya.

Selain memperingatkan percepatan El Nino, Raja Juli juga mengungkap adanya pergeseran wilayah rawan karhutla. Selama ini, titik-titik utama kebakaran terkonsentrasi di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:36
06:17
01:30
01:27
01:35
05:13

Viral