- tvOne
Usai Bentrokan Maut di Matraman Menteng, Warga: Tidak Usah Takut Berdagang karena Kita Sudah Damai
Reynold menjelaskan, awal mula keributan terjadi dari aksi dua orang pengendara sepeda motor. Keduanya sengaja memperlihatkan ulah tidak sopan dengan knalpot bising.
"Ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya, sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan," ungkap Reynold.
Aksi geber motor di depan warung nasi uduk membuat warga dan dagang yang beraktivitas memberikan teguran kepada mereka. Alih-alih minta maaf, kedua pemuda itu justru emosi.
Keduanya kemudian meninggalkan lokasi. Tak berselang lama, mereka justru kembali ke area nasi uduk dengan membawa sekitar lima orang rekannya sehingga situasi kembali mencekam.
Sekelompok pemuda tersebut mendadak mengamuk hingga memukul warga. Tak hanya itu, mereka juga melakukan pengerusakan tempat usaha UMKM di sekitar lokasi.
"Akibat ditegur tidak terima, dua orang itu mengajak teman-temannya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan, bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada, bahkan ada warga yang terpukul," jelasnya.
Kejadian ini menggetarkan emosi warga sekitar. Mereka langsung melakukan perlawanan hingga aksi saling lempar batu dan kejar-kejaran terjadi sampai ke Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat hingga area lahan kosong.
Pihak kepolisian langsung menuju lokasi kejadian untuk melerai bentrokan maut tersebut. Polisi juga langsung mengevakuasi dua korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan dampak dari dua peristiwa tersebut. Polisi telah menetapkan tujuh tersangka atas insiden maut di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.
Penetapan ketujuh tersangka tak lepas akibat ulah perusakan gerobak pedagang dan kejadian penganiayaan di lokasi kejadian. Adapun peristiwa perusakan gerobak makanan pedagang membuat polisi menetapkan empat tersangka.
"Empat orang tersangka terhadap perusakan gerobak warga. Ini juga dari keterangan delapan saksi, termasuk petunjuk dari CCTV dan alat-alat bukti lainnya," ujar Budi.
(hap)