- Abdul Gani Siregar-tvOne
Hadapi El Nino, Pemerintah Andalkan 240 Bendungan untuk Amankan Ketahanan Pangan
Infrastruktur tersebut diperkuat oleh 601 situ dan danau dengan volume tampungan 135,59 miliar meter kubik, 1.034 tampungan air baku berkapasitas 435,67 juta meter kubik, serta 10.789 sumur bor dengan kapasitas total 114.811,487 meter kubik per detik.
“Saat ini ratusan bendungan yang ada turut menjadi salah satu infrastruktur yang disiagakan pemerintah dalam menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau yang disebabkan fenomena El Nino,” kata Kurnia.
Ia menambahkan, fungsi bendungan tidak hanya terbatas sebagai penyedia air irigasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan, mengurangi risiko banjir, menyediakan air baku bagi masyarakat, hingga mendukung pengembangan energi bersih.
“Sebanyak 240 bendungan yang tersebar di berbagai titik di tanah air telah mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional. Bendungan menjaga ketersediaan air baku, mendukung ketahanan pangan, mengurangi risiko banjir, hingga menghasilkan energi bersih dan terbarukan,” ujarnya.
Di sektor pertanian, manfaat bendungan dinilai sangat signifikan. Kementerian Pekerjaan Umum mencatat jaringan irigasi yang bersumber dari bendungan mampu meningkatkan intensitas tanam petani dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Kementerian PU mencatat layanan irigasi dari bendungan berpotensi meningkatkan intensitas tanam menjadi dua sampai tiga kali tanam per tahun atau meningkat 200 persen hingga 300 persen per tahun,” tutur Kurnia.
Selain mengoptimalkan bendungan yang telah beroperasi, pemerintah juga mempercepat penyelesaian 15 bendungan strategis yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1 miliar meter kubik air dan menyuplai kebutuhan irigasi bagi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian di berbagai daerah. (agr/nsi)