- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
BRIN Siapkan Pengganti LPG hingga Padi Biosalin: Harus Jadi Fondasi Kemajuan Ekonomi
Jakarta, tvOnenews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan sederet inovasi unggulan untuk dipresentasikan kepada Presiden Prabowo Subianto, mulai dari teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang berpotensi menjadi alternatif pengganti LPG hingga varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan berkadar garam tinggi.
Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan, setiap klaster riset memiliki produk unggulan yang siap mendukung program prioritas pemerintah.
Di sektor energi, BRIN membawa teknologi ANG yang dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus menghemat devisa negara.
“Ya setiap klaster punya kebanggaan ya. Tadi energi tadi kan kita bisa memberikan solusi untuk menghemat gas, untuk bisa menghemat devisa. Karena kalau ANG tadi bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar ya, maka itu bisa menjadi pengganti LPG. Jadi ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi,” kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).
Selain sektor energi, BRIN juga menampilkan berbagai inovasi di bidang pertanian.
Salah satunya adalah pengembangan varietas padi biosalin, yang dirancang mampu berproduksi di lahan dengan tingkat salinitas tinggi, sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
“Begitu pula dalam bidang pangan, kami juga punya peralatan pertanian, juga punya varietas-varietas unggul yang Bapak Presiden juga sering menyampaikan tentang bagaimana menghasilkan padi di lokasi yang memang memiliki lahan asin. Nah itu padi biosalin,” ujarnya.
Menurut Arif, tantangan berikutnya bukan lagi menghasilkan inovasi, melainkan mempercepat produksi dan pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat.
Untuk itu, BRIN terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian agar benih-benih unggul hasil penelitian dapat diproduksi secara lebih luas.
“Kami juga sudah punya dan sekarang itu yang paling penting adalah bagaimana proses percepatan produksi dari benih-benih yang dihasilkan oleh BRIN supaya banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga kami dengan Kementan selalu berkoordinasi, selalu berkolaborasi,” jelasnya.
BRIN juga tengah menyusun arah pengembangan riset nasional bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui penyusunan peta jalan riset Indonesia hingga tahun 2045.