- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Pegawai ASN Bandung Barat Berulah Live TikTok Bahas Fee Proyek Viral, KDM Desak Bupati KBB Sanksi Tegas: Jangan Ragu!
"Kalau dari pembahasan yang didengar memang seperti membicarakan kalau membantu pekerjaan berapa persen bagiannya, tentu ini adalah sikap mencederai prinsip-prinsip pelayanan, sikap mencederai prinsip-prinsip dari seorang pegawai saat melaksanakan tata kelola keuangan," jelasnya.
Desakan Dedi Mulyadi kepada Bupati KBB
Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jabar tentu tidak tinggal diam menyikapi video viral tersebut. Ia mendesak Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail segera mengambil langkah tegas.
Ia tidak menginginkan persoalan tersebut semakin menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Sebab, pembahasan dan sikap pegawai ASN tersebut telah mencederai prinsip dan etika dari pemerintah daerah.
Mantan anggota DPR RI ini berharap Bupati Jeje juga melakukan pemeriksaan secara terbuka. Tujuannya tak lepas agar memastikan fakta sebenarnya sekaligus memberikan sanksi didasari tingkat kesalahannya.
"Saya sudah meminta dilakukan pemeriksaan secara terbuka. Yang kedua, dilakukan hukuman yang bersifat objektif berdasarkan kesalahan yang dibuat," tegasnya.
Ia meminta Bupati Jeje jangan ragu. Ia menekankan sanksi yang diberikan berupa pemberhentian apabila hasil pemeriksaan terkait adanya dugaan pelanggaran terbukti benar.
Lanjut KDM, Pemkab Bandung Barat saat ini sangat membutuhkan aparatur yang tidak sembarangan. Setidaknya mereka mempunyai tanggung jawab hingga komitmen melayani masyarakat sebaik mungkin.
"Andai kata pun harus dilakukan tindakan pemberhentian, lakukanlah demi menjaga marwah Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Buat Pak Jeje, bersikap tegaslah dan jangan ragu," desak dia.
Awal Mula ASN Status PPPK Paruh Waktu Pemkab Bandung Barat Live TikTok Viral
- Istimewa
Sebelumnya, seorang perempuan sebagai PPPK paruh waktu di lingkungan Pemkab Bandung Barat berinisial IYP ramai diperbincangkan di media sosial. Sikapnya saat melakukan siaran langsung di TikTok viral.
IYP diduga melontarkan pernyataan mengejutkan. Hal ini berkaitan saat ia menyinggung permintaan fee sebesar satu persen diduga kepada seorang kontraktor.
"Kamu kenapa enggak mau dibantu, takut persennya dibagi-bagi? Jangan cuma kasih Kue Amanda, kamu kasih ke aku 1 persen," ucap IYP.
Pernyataan ini menuai gelombang beragam reaksi dari publik. Pembahasan mengenai pembagian fee proyek memicu persepsi negatif dan mempertanyakan integritas diperlihatkan oleh pemerintah.