news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mentan RI Amran Sulaiman dan mahasiswa Undip.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Setelah Viral Menangis di Depan Mentan Amran, Begini Kabar Terbaru Mahasiswa Undip Adriano Padama asal NTT

Seorang mahasiswa baru Undip Adriano Padama mendadak viral usai berani menyampaikan masalah kelangkaan beras di daerahnya kepada Mentan Andi Amran Sulaiman ...
Senin, 10 Agustus 2026 - 13:49 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Momen emosional mewarnai Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro (Undip). Seorang mahasiswa baru bernama Adriano Padama mendadak menjadi pusat perhatian usai secara berani menyampaikan curahan hatinya (curhat) langsung di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Kejadian berawal saat teriakan Adriano dari jauh memotong pengarahan Mentan. Amran yang mendengar hal tersebut lantas memanggil Adriano untuk naik ke atas panggung.

Dengan menahan tangis, mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu membeberkan keprihatinannya atas sulitnya distribusi dan melambungnya harga beras di tanah kelahirannya.

Adriano Jeconia Padama, Maba Undip yang Berani Curhat Langsung ke Mentan soal Harga Beras Mahal di Alor
Sumber :
  • Instagram @undip.official

"Saya dari kabupaten kecil di NTT. Satu-satunya akses distribusi adalah menggunakan kapal," ujar Adriano, dikutip Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem kerap memutus rantai pasok pangan, sementara produksi lokal Alor hanya mampu memenuhi 10 persen dari total kebutuhan beras sebesar 24 ribu hingga 27 ribu ton per tahun.

Akibatnya, harga beras meroket drastis dari harga normal Rp13 ribu–Rp18 ribu per kg menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kg saat krisis.

"Yang saya khawatirkan banyak anak kecil terpaksa makan umbi-umbian yang saya tahu kalau mereka makan, perut mereka akan penuh gas," ungkapnya pilu.

Mentan RI Amran Sulaiman dan mahasiswa Undip
Sumber :
  • Tangkapan layar

Mentan Langsung Telepon Dirut Bulog di Atas Panggung

Mendengar jeritan hati mahasiswa tersebut, Mentan Amran bergerak cepat.

Di hadapan ribuan mahasiswa, Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melalui telepon untuk memerintahkan pengiriman beras secara masif serta pembangunan gudang penyimpan.

"Pak Dirut, itu Kabupaten Alor ada Gudang Bulog di sana? Kalau belum ada, bangun gudang di sana ya. Kirim utusannya, kirim beras hari ini ya. InsyaAllah harganya merata Rp12.500. Kamu (Adriano) ikut pantau," tegas Amran saat menelpon Dirut Bulog.

Misi Kemanusiaan: Mentan Mendarat di Alor, Bawa Bantuan dan Tekan Kemiskinan

Tak berhenti pada janji di panggung, Mentan Amran terkonfirmasi langsung melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor, NTT, pada Sabtu lalu guna mengeksekusi langkah intervensi percepatan pangan.

Amran memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Adriano yang dinilainya sebagai putra terbaik NTT lantaran berani membawa aspirasi murni masyarakat kecil.

"Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat," tegas Amran setibanya di Alor.

Guna mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan harga, Kementan menyiapkan strategi jangka pendek dan panjang.

Selain memastikan ketersediaan stok beras dengan harga terjangkau setara Jakarta (sekitar Rp13 ribu per kg) melalui operasi pasar Bulog, Kementan juga menggelontorkan bantuan benih padi, jagung, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pompa air.

"Beras kita amankan, benih kita berikan, alsintan dan pompa kita siapkan. Setelah itu kita bangun tanaman jangka panjang seperti kelapa, kakao, dan mete," pungkas Mentan Amran. 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:26
01:32
03:29
12:26
07:42

Viral