- Youtube/Setpres
Presiden Prabowo Warning Pemilik Motor Bensin, Siap Hadapi Carbon Tax Seperti Beijing
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi untuk mempercepat peralihan masyarakat dari motor berbahan bakar bensin ke motor listrik.
Pemerintah akan mendorong pembiayaan yang lebih murah, termasuk menurunkan bunga cicilan hingga mengupayakan pembelian motor listrik tanpa uang muka atau down payment (DP).
Prabowo meminta Danantara turut mendukung skema pembiayaan motor listrik agar masyarakat lebih mudah beralih ke kendaraan listrik.
“Danantara dukung dengan apa yang engkau bisa dukung ya. Tadi kita bicara Menteri Keuangan tidak akan terlalu suka, tapi ya ini demi ujungnya you akan juga suka, di ujungnya. Kita akan turunkan apa itu? Bunga. Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP,” kata Prabowo, saat memberikan sambutan pada acara Peluncuran Motor Listrik Nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Selain menawarkan kemudahan pembiayaan, Prabowo juga menggaungkan keuntungan penggunaan motor listrik dari sisi biaya operasional.
Ia menyebut masyarakat dapat menghemat pengeluaran harian secara signifikan jika beralih dari motor bensin.
“Jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin, ya rasain sendiri,” ujar Prabowo.
Ia kemudian membandingkan biaya penggunaan motor listrik dengan motor berbahan bakar bensin.
Menurut perhitungan yang disampaikan Prabowo, penghematan biaya mobilitas harian bisa mencapai lebih dari separuh.
“Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin, penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya,” katanya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa peralihan ke kendaraan listrik ke depan akan semakin didorong oleh kebijakan lingkungan di berbagai negara.
Ia menyinggung penerapan carbon tax serta pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di sejumlah kota besar dunia.
“Ya, dan nanti mungkin karena ini sudah kebutuhan dunia, jadi ada namanya carbon tax. Di kota-kota besar seperti di Beijing enggak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning aja yang masih nekat gandrung dengan motor bensin ya,” kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menyadari tidak semua masyarakat dapat langsung mengganti kendaraan berbahan bakar bensin yang sudah dimiliki.
Karena itu, pemerintah akan memikirkan skema agar pemilik motor lama dapat melakukan tukar tambah menuju motor listrik.
“Tapi tenang aja, kita ada skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah, rongsok motor yang lama dapat motor baru, ya tambah dikit lah ya kan,” ujar Prabowo.
Sebelumnya, Rosan Roeslani mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan perbankan dan institusi finansial di bawah ekosistem Danantara untuk menyiapkan skema pendanaan yang lebih menarik.
“Oleh sebab itu, tentunya kami pun di dalam Danantara, kami juga sudah berbicara dengan seluruh perbankan dan juga seluruh institusi finansial di bawah Danantara bahwa kita siap mendukung dari perbankan kami untuk memberikan pendanaan dengan suku bunga lebih rendah, jangka waktu lebih panjang, dan kita akan membuat agar DP-nya yang selama ini masih ada,” ujar Rosan.
Rosan menyebut DP pembelian motor listrik saat ini berada di kisaran 10 persen berdasarkan informasi dari perbankan.
Angka tersebut akan ditekan, bahkan pemerintah membuka kemungkinan untuk menghilangkannya.
“Kalau menurut informasi dari perbankan kami itu ada 10 persen, kita akan coba reduce bahkan akan kita coba hilangkan sehingga minat masyarakat untuk membeli motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat, dengan baik, dan kita mempunyai kemampuan untuk mengakselerasi produksi dari motor listrik nasional yang ada di Indonesia ini,” kata Rosan. (agr/dpi)