news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ekonom senior Indef Aviliani.
Sumber :
  • Istimewa

Indef Catat Cadangan Emas Indonesia pada 2026 Capai 87 Ton, Ekonom: Harus Siapkan Likuiditas Agar Tetap Stabil

Ekonom senior Indef Aviliani menyatakan bahwa Indonesia masih membutuhkan cadangan dalam bentuk valuta asing untuk menghadapi tekanan pasar, terutama karena perekonomian masih bergantung pada aliran modal asing.
Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:31 WIB
Reporter:
Editor :

"Sebagai akses pembiayaan maka sebagai institusi keuangan akan ada sumber pembiayaan baru yang digunakan bisa untuk industri lainnya," pungkasnya.

Adapun, Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan kegiatan bullion di Indonesia telah mencakup tabungan, pembiayaan, perdagangan dan penitipan emas.

Tercatat hingga Januari 2026, Pegadaian tercatat mengelola sekitar 144,77 ton emas, sedangkan Bank Syariah Indonesia (BSI) sekitar 21,8 ton.

Kegiatan tersebut juga mencakup pembiayaan industri perhiasan sekitar 30 ton, perdagangan emas digital sekitar 60,20 ton, permintaan masyarakat melalui Pegadaian dan BSI sekitar 60–70 ton, serta permintaan emas batangan Antam sekitar 40 ton.

Selain itu, Data Kemenko Perekonomian juga menunjukkan Antam memiliki kapasitas refinery 150 ton per tahun, sementara fasilitas smelter Freeport Indonesia di Manyar memiliki kapasitas sekitar 50 ton dan dapat mencapai 70 ton pada kapasitas penuh. Adapun produksi emas AMMAN berada di kisaran 16–18 ton.

Di sisi lain, Kemenko Perekonomian memperkirakan produksi emas dari tambang rakyat mencapai sekitar 120 ton per tahun. Dengan asumsi harga emas Rp2,5 juta per gram, produksi tersebut memiliki nilai sekitar Rp300 triliun per tahun.

 

 

Berita Terkait

1 2
3
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:59
02:55
07:21
00:52
02:54
02:17

Viral