- pixabay.com
Gempa M7,7 Guncang NTT, Sejumlah Wisata Populer Flores Ditutup Sementara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara setelah wilayah tersebut diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,7.
Penutupan dilakukan sebagai langkah untuk memastikan keselamatan wisatawan sekaligus memberikan waktu bagi petugas untuk memeriksa kondisi infrastruktur di sejumlah destinasi wisata yang terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan beberapa objek wisata masih membutuhkan pemeriksaan dan pemulihan kelayakan infrastruktur sebelum kembali dibuka untuk wisatawan.
"Beberapa tempat wisata saat ini masih ditutup untuk sementara, seperti Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende," kata Berton dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8).
Penutupan sementara tersebut dilakukan hingga proses penanganan serta verifikasi keamanan di lapangan selesai dilakukan.
Informasi Pembukaan Kembali Menunggu Verifikasi
Berton mengatakan otoritas pariwisata daerah akan terus memberikan pembaruan informasi secara resmi terkait kondisi destinasi wisata yang saat ini ditutup.
Pembukaan kembali tempat wisata akan dilakukan setelah petugas menyelesaikan pemeriksaan dan memastikan infrastruktur di lokasi dinyatakan layak serta aman untuk digunakan wisatawan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas pariwisata dapat kembali berlangsung tanpa mengabaikan aspek keselamatan, khususnya setelah gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di NTT.
"Memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kelayakan infrastruktur pariwisata adalah prioritas," ujar Berton.
TN Komodo Tetap Beroperasi Normal
Meski sejumlah destinasi wisata di Flores ditutup sementara, aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo dan sekitarnya dipastikan tetap berjalan normal.
Kawasan tersebut masih dapat diakses oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. BNPB juga melaporkan tidak terdapat insiden di kawasan TN Komodo dan sekitarnya akibat gempa tersebut.
Sementara itu, hasil pendataan BNPB menunjukkan dampak gempa juga dirasakan pada sejumlah objek daya tarik wisata lainnya.
Sebanyak delapan objek daya tarik wisata dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan juga tercatat pada sektor akomodasi pariwisata. BNPB mencatat dua hotel dan tiga pondok tinggal atau homestay mengalami kerusakan berat.
Selain itu, terdapat 10 hotel dan lima homestay yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten terdampak, termasuk Kabupaten Nagekeo.
Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi
Gempa bermagnitudo 7,7 tersebut tidak hanya berdampak terhadap sektor pariwisata. BNPB sebelumnya melaporkan lebih dari 5.000 orang mengungsi, baik secara mandiri maupun dengan menempati posko pengungsian.
Sebagian warga memilih mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan akibat guncangan gempa, mulai dari kerusakan ringan hingga berat.
Berdasarkan pendataan tim petugas gabungan di lapangan, sedikitnya 914 rumah mengalami rusak berat. Sementara itu, 126 rumah tercatat rusak sedang dan 317 rumah mengalami rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik yang digunakan masyarakat.
BNPB mencatat puluhan fasilitas publik mengalami kerusakan, di antaranya:
-
93 fasilitas pendidikan;
-
36 fasilitas kesehatan;
-
38 kantor pemerintah.
Data tersebut masih menjadi bagian dari pendataan dampak gempa yang dilakukan petugas gabungan di sejumlah wilayah terdampak.
68 Orang Meninggal Dunia
Selain kerusakan bangunan dan fasilitas publik, gempa juga menyebabkan korban jiwa.
Hingga Senin (17/8), BNPB mencatat sebanyak 68 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kabupaten di NTT. Rinciannya, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 26 jiwa.
Selanjutnya, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 24 korban meninggal dunia. Kabupaten Nagekeo tercatat delapan jiwa, Sikka empat jiwa, Ende dua jiwa, Manggarai Barat dua jiwa, serta Ngada dua jiwa.
BNPB bersama petugas gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan di wilayah terdampak. Di sisi lain, pemeriksaan terhadap objek wisata yang terdampak terus dilakukan untuk memastikan destinasi yang akan dibuka kembali benar-benar aman bagi wisatawan. (ant/nsp)