news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Seniman panggung Butet Kertaredjasa mengaku mengalami intimidasi polisi saat persiapan pentas di TIM, Jakarta.
Sumber :
  • Instagram @masbutet

4 Tokoh Terima Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026, Ada Butet Kartaredjasa dan Haedar Nashir

Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 mengusung semangat “Aksi Nyata Untuk Indonesia”. Tahun ini, penghargaan tersebut diberikan kepada empat tokoh, termasuk Butet Kartaredjasa dan Haedar Nashir.
Senin, 24 Agustus 2026 - 17:25 WIB
Reporter:
Editor :

Komposisi juri yang berasal dari berbagai latar belakang tersebut menjadi bagian dari proses seleksi untuk memastikan penerima penghargaan tidak hanya memiliki pencapaian di bidang masing-masing, tetapi juga menghasilkan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat.

Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII Tahun 2026

Keempat penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII membawa semangat “Aksi Nyata Untuk Indonesia” melalui kontribusi yang berbeda. Kiprah mereka juga dinilai sejalan dengan nilai Trimatra Bakrie, yakni Ke-Indonesiaan, Kemanfaatan, dan Kebersamaan.

Kontribusi tersebut mencakup pengembangan teknologi kedirgantaraan, inovasi di bidang kesehatan, pemikiran sosial, hingga karya seni. Masing-masing menunjukkan penerapan nilai Ke-Indonesiaan melalui karya, Kemanfaatan lewat dampak yang dihasilkan, serta Kebersamaan melalui kontribusi kepada masyarakat.

1. Sains & Teknologi: Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng., M.Eng., Ph.D.

Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo merupakan ilmuwan Indonesia yang dikenal sebagai pelopor teknologi Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR) dan penginderaan jauh gelombang mikro.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk berbagai platform, mulai dari pesawat tanpa awak atau drone, pesawat terbang, high altitude platform system (HAPS), hingga microsatellite. Teknologinya juga telah diadopsi oleh sejumlah industri dan institusi kedirgantaraan dunia.

2. Kesehatan: Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D.

Prof. drg. Ika Dewi Ana dikenal sebagai salah satu pelopor rekayasa jaringan dan biokeramik medis di Indonesia.

Ia merupakan pencipta Gama-CHA, bone graft berbasis karbonat apatit yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia. Produk tersebut telah memperoleh izin edar dari Kementerian Kesehatan dan diproduksi secara massal untuk mendukung solusi regenerasi jaringan secara mandiri.

3. Pemikiran Sosial: Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.

Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir menerima penghargaan di bidang Pemikiran Sosial atas kiprahnya sebagai intelektual Indonesia yang mendorong moderasi dan gagasan Islam berkemajuan.

4. Seni & Budaya: Butet Kartaredjasa

Butet Kartaredjasa adalah seniman lintas disiplin yang menjadikan seni sebagai ruang untuk menyampaikan kebebasan berpikir, kritik sosial, dan ekspresi.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:43
06:57
02:58
04:42
01:39
09:08

Viral