news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Urus KK dan Akta Kelahiran Tak Perlu Jauh-Jauh, TEP ITS Bawa Layanan Dukcapil ke Ponsel Warga Ransiki.
Sumber :
  • Istimewa

Urus KK dan Akta Kelahiran Tak Perlu Jauh-Jauh, TEP ITS Bawa Layanan Dukcapil ke Ponsel Warga Ransiki

TEP ITS menghadirkan inovasi layanan kependudukan berbasis ponsel di Kawasan Transmigrasi Ransiki untuk memudahkan warga mengurus dokumen administrasi.
Kamis, 3 September 2026 - 14:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Warga di Kawasan Transmigrasi Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, kini memiliki alternatif lebih praktis untuk memulai pengurusan dokumen administrasi kependudukan.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan inovasi digital yang memungkinkan masyarakat mengajukan kebutuhan dokumen kependudukan melalui telepon seluler.

Inovasi tersebut ditujukan untuk menjawab persoalan jarak dan akses yang masih dihadapi masyarakat di kawasan transmigrasi, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Dengan sistem ini, masyarakat tidak harus terlebih dahulu menempuh perjalanan jauh hanya untuk memulai pengajuan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) atau Akta Kelahiran.

TEP ITS Kembangkan Layanan dari Kebutuhan Warga

Ketua Tim Ekspedisi Patriot ITS, Yogantara Setya Dharmawan, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kondisi nyata yang ditemui tim selama berada di Kawasan Transmigrasi Ransiki.

Menurutnya, masyarakat seharusnya tidak selalu harus melakukan perjalanan jauh untuk memulai proses pengurusan dokumen kependudukan. Karena itu, TEP ITS mencoba memanfaatkan teknologi yang sederhana dan mudah digunakan melalui telepon seluler.

“Kami melihat masyarakat tidak seharusnya selalu menempuh perjalanan jauh hanya untuk memulai pengurusan dokumen kependudukan. Karena itu, kami mencoba menghadirkan sistem yang sederhana dan mudah diakses melalui telepon seluler, sehingga teknologi dapat membantu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” kata Yogantara dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Pengembangan sistem tersebut merupakan bagian dari bakti TEP ITS di kawasan transmigrasi melalui riset bertema “Digitalisasi Kelembagaan Organisasi Non-Profit di Kawasan Transmigrasi Ransiki.”

Sistem tersebut dikembangkan untuk mendukung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Manokwari Selatan dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Warga Bisa Ajukan Dokumen dari Ponsel

Melalui sistem digital yang dikembangkan TEP ITS, masyarakat nantinya dapat mengajukan kebutuhan administrasi kependudukan lebih awal melalui telepon seluler.

Dengan demikian, warga tidak perlu datang terlebih dahulu ke kantor Disdukcapil hanya untuk memulai proses pengajuan. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap kendala jarak dan akses transportasi yang masih dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah Manokwari Selatan.

TEP ITS mengembangkan sistem tersebut dengan prinsip bahwa teknologi harus mudah digunakan dan memberikan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat.

Yogantara menegaskan, digitalisasi layanan tersebut bukan untuk menggantikan petugas pelayanan. Sebaliknya, sistem dirancang untuk memperkuat pola pelayanan jemput bola yang dilakukan pemerintah.

“Digitalisasi ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan petugas pelayanan. Justru sebaliknya, sistem tersebut dirancang untuk memperkuat pola jemput bola. Data pengajuan warga dapat membantu pemerintah mengetahui kebutuhan masyarakat lebih awal sebelum petugas turun langsung ke kampung-kampung dan wilayah yang jauh dari pusat pelayanan,” ujar Yogantara.

Data pengajuan dari masyarakat dapat membantu pemerintah mengetahui kebutuhan pelayanan sebelum petugas mendatangi kampung atau wilayah yang jauh dari pusat pelayanan.

Pelayanan Pemerintah Didorong Lebih Dekat ke Warga

Pola tersebut membuat pelayanan publik tidak lagi sepenuhnya bergantung pada masyarakat untuk mendatangi kantor pemerintah.

Pemerintah dapat bergerak lebih aktif mendatangi masyarakat dengan membawa kebutuhan pelayanan yang telah dipersiapkan berdasarkan data pengajuan sebelumnya.

Bagi masyarakat, sistem tersebut diharapkan membuat proses awal pengurusan dokumen kependudukan menjadi lebih mudah dan praktis. Sementara bagi pemerintah daerah, data pengajuan dapat membantu mengelola permohonan masyarakat secara lebih terorganisasi.

Sistem tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan lapangan, khususnya bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Menteri Transmigrasi Dorong Inovasi di Kawasan Transmigrasi

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan kehadiran Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari upaya membawa ilmu pengetahuan dan inovasi langsung ke tengah masyarakat.

Menurut Iftitah, kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi lokasi pembangunan secara fisik, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menghasilkan berbagai solusi pembangunan.

“Inilah makna bakti Tim Ekspedisi Patriot. Kami ingin ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di kampus atau dalam laporan penelitian, tetapi hadir menjawab persoalan masyarakat. Kalau warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan bisa mendapatkan akses pelayanan yang lebih mudah melalui teknologi, maka itulah manfaat nyata yang ingin kita hadirkan,” ujar Menteri Iftitah.

Ia menilai transformasi transmigrasi harus mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi.

Ke depan, kawasan transmigrasi diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan di lapangan.

“Ke depan, kawasan transmigrasi harus menjadi ruang kolaborasi dan pusat lahirnya inovasi. Pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat harus bekerja bersama agar pembangunan benar-benar menghadirkan perubahan. Prinsipnya sederhana: pelayanan pemerintah harus semakin dekat dengan rakyat, bukan rakyat yang terus dipaksa jauh-jauh mendekati pusat pelayanan,” tegas Menteri Iftitah.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:17
02:45
03:13
04:06
15:53
24:57

Viral