- istimewa
KDM Ambil Alih Perbaikan Jembatan Ambruk yang Dibangun TNI di Pangandaran, Ini Alasannya
Jakarta, tvOnenews.com - Masih ingat jembatan gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran yang ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami?
Kini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengambil alih penanganan jembatan gantung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di mengatakan Pemprov Jabar akan membangun jembatan permanen pada 2027 untuk menggantikan jembatan gantung nahas tersebut.
Hal itu dilakukan guna menyokong konektivitas antarwilayah serta mobilitas kendaraan roda empat penopang ekonomi warga.
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Pria yang akrab disapa KDM ini membeberkan pengambilalihan proyek ini dilakukan karena mempertimbangkan keterbatasan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) milik Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
"Kami segera membangun jembatan permanen sehingga bisa dilewati banyak orang, mobil, bisa angkut hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan," kata KDM.
KDM menegaskan bahwa fasilitas jembatan gantung yang roboh tersebut bukan merupakan hasil garapan ataupun proyek dari Pemprov Jabar.
Meski demikian, intervensi pemerintah provinsi dinilai mendesak agar komoditas pangan dan aktivitas warga tidak terisolasi, sembari berpesan agar fasilitas permanen yang dibangun kelak tidak disalahgunakan untuk kegiatan membahayakan seperti balapan.
Sebelumnya, insiden nahas terjadi saat jembatan gantung Desa Margacinta ambruk mendadak pada Minggu (30/8) pukul 16.00 WIB.
Kejadian tersebut berlangsung sesaat setelah prosesi peresmian, ketika Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga tengah berada di atas bentangan jembatan.
KSAD Minta Maaf
- Antara
Ambruknya jembatan gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran saat diresmikan oleh Bupati Citra Pitriyami viral di media sosial.
Jembatan tersebut merupakan Jembatan Garuda yang dibangun oleh Kodam III Siliwangi.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pun meminta maaf atas insiden rusaknya Jembatan Garuda yang dibangun TNI AD tersebut.
"Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," ujar Maruli di Jakarta, pada Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, rusaknya jembatan itu disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya yakni kelebihan kapasitas. Dia mengatakan jembatan tersebut tidak didesain untuk menampung 50 orang sekaligus.
Faktor tersebut yang menyebabkan tali sling pada salah satu sisi jembatan terputus sehingga membuat jembatan jatuh.
Selain itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa posisi TNI AD tidak untuk menyalahkan warga atas insiden itu.
"Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut hasil investigasi, Donny memastikan pihaknya akan mengevaluasi sistem jembatan untuk proyek pembangunan ke depan.
Evaluasi juga akan mencakup penguatan tali jembatan dan sistem keamanan demi kenyamanan warga pengguna.
"Akan ada peningkatan kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen. Namun demikian, seluruh sistem jembatan tetap harus digunakan sesuai kapasitas dan ketentuan yang telah ditetapkan," ucap dia.
Sebelumnya, jembatan gantung Desa Margacinta ambruk mendadak pada Minggu (30/8) pukul 16.00 WIB.
Kejadian tersebut berlangsung sesaat setelah prosesi peresmian, ketika Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga tengah berada di atas bentangan jembatan. (ant)