news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas.
Sumber :
  • Kemenko Pangan

Paceklik Mengancam, Pemerintah Banjiri Pasar dengan 1 Juta Ton Beras SPHP

Pemerintah menyiapkan langkah agresif untuk meredam kenaikan harga pangan yang terjadi saat Indonesia memasuki musim paceklik di tengah kemarau yang lebih kering.
Selasa, 8 September 2026 - 10:47 WIB
Reporter:
Editor :

Strategi tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menghadapi periode paceklik ketika produksi dari sentra pertanian cenderung menurun tetapi konsumsi masyarakat tidak ikut turun.

Tak hanya mengandalkan intervensi pasar, pemerintah juga meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.

Sebanyak sekitar 33,2 juta penerima yang masuk desil 1 hingga desil 4 akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan. Penyaluran akan dirapel sehingga masyarakat menerima total 30 kilogram sekaligus.

“Ini kita minta Bulog selesaikan dalam bulan ini. Jadi masyarakat menerima sekaligus 30 kilogram. Kita ingin beras benar-benar sampai ke masyarakat,” ujar Zulhas.

Pemerintah berharap penyaluran bantuan tersebut tidak hanya memastikan kebutuhan pangan masyarakat berpendapatan rendah terpenuhi, tetapi juga membantu menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat di tengah kenaikan harga.

Ancaman kemarau tidak hanya menyasar komoditas beras. Produksi jagung juga berpotensi mengalami tekanan yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya pakan dan membebani peternak.

Karena itu, pemerintah menyiapkan pasokan jagung khusus bagi peternak skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bulog saat ini memiliki sekitar 230 ribu ton stok cadangan jagung pemerintah dari total pengadaan mencapai 1 juta ton. Dari stok tersebut, sekitar 150 ribu ton akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan peternak UMKM.

Pasokan itu tidak diperuntukkan bagi industri peternakan skala besar.

“Kita ingin peternak-peternak UMKM tidak terkena dampak kenaikan harga jagung. Musim kemarau membuat produksi turun dan harga naik, sehingga supply untuk peternak harus kita jaga,” jelasnya.

Pemerintah juga menyiapkan strategi untuk merespons kenaikan harga tepung beras. Stok beras yang mengalami penurunan mutu tetapi masih layak digunakan sebagai bahan baku tepung akan diarahkan masuk ke industri pengolahan.

Kementerian Perindustrian menghitung kebutuhan bahan baku industri tepung beras mencapai sekitar 380 ribu ton beras.

Pemerintah memutuskan stok tersebut dapat dilelang dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram untuk kemudian diolah menjadi tepung beras.

“​Beras yang kurang mutu ini bisa dibeli oleh pabrik tepung untuk dijadikan tepung. Jadi kita harapkan kenaikan harga tepung beras juga bisa kita tekan,” tandas Zulhas. (agr/nsi)

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:57
12:28
14:41
01:43
00:59
01:18

Viral