- Tangkapan layar YouTube tvOneNews
Detik-detik Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau
Namun, komunikasi tersebut kemudian terputus. Sekitar pukul 15.04 WIB, kontak dengan Bagus dilaporkan sudah tidak dapat dilakukan.
Rangkaian waktu tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi tim SAR dalam memperkirakan posisi terakhir speedboat.
Meski demikian, masih ada satu jejak komunikasi yang muncul beberapa jam kemudian.
Sekitar pukul 18.13 WIB, Heriyanto sempat mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau ke sebuah grup WhatsApp.
Dalam foto tersebut, gunung terlihat mengeluarkan asap putih. Tidak tampak pulau lain yang menghalangi pemandangan Gunung Anak Krakatau dari posisi pengambilan gambar.
Setelah laporan hilang kontak diterima, Basarnas bersama berbagai unsur langsung melakukan pencarian.
Pada hari kedua, tim gabungan menyisir sejumlah wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pencarian dibagi menjadi beberapa sektor dengan melibatkan sekitar 250 personel.
Perkembangan terbaru pada Kamis, 10 September 2026 menunjukkan pencarian terus diperluas berdasarkan perhitungan kondisi laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyatakan sektor selatan perairan hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau telah dicakup dalam operasi pencarian.
Selanjutnya, tim mengarahkan pencarian ke sisi utara dengan memperhitungkan arus, pergeseran ombak, dan arah angin.
"Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu. Dan tetap di dekat area Gunung Krakatau," jelasnya.
Sebanyak tujuh Search and Rescue Unit atau SRU dari lima sektor dengan sembilan alat utama juga dikerahkan untuk mendukung operasi.
Sejumlah armada ditempatkan di sektor berbeda, mulai dari tenggara Gunung Anak Krakatau, kawasan Pulau Sebuku dan Pulau Lagundi, hingga sektor barat laut dan barat daya Krakatau.
Hingga 10 September 2026, belum ada informasi resmi bahwa kelima jurnalis bersama tiga orang lainnya telah ditemukan.
Petunjuk berupa foto Gunung Anak Krakatau yang dikirim Heriyanto, dugaan posisi di sekitar Sertung, serta jejak komunikasi terakhir menjadi bagian dari informasi yang dapat membantu tim dalam memperkirakan keberadaan mereka.
Namun, sejumlah informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dijadikan kepastian mengenai lokasi terakhir rombongan.