news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Potret 5 jurnalis sebelum hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube tvOneNews

Detik-detik Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Sempat ada foto dan jejak komunikasi terakhir yang kini menjadi petunjuk pencarian.
Kamis, 10 September 2026 - 13:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Delapan orang masih dalam pencarian setelah speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga orang lainnya hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Rombongan tersebut berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan di tengah aktivitas vulkanik gunung yang berada di perairan Selat Sunda tersebut.

Namun, beberapa jam setelah keberangkatan, komunikasi dengan rombongan mulai terputus.

Salah satu jejak terakhir yang diketahui adalah foto Gunung Anak Krakatau yang dikirimkan oleh Heriyanto, pemandu kapal, ke sebuah grup WhatsApp.

Foto tersebut dikirim pada sekitar pukul 18.13 WIB. Setelah itu, tidak ada lagi kabar dari Heriyanto maupun lima jurnalis yang berada di dalam speedboat.

Foto 5 jurnalis sebelum hilang kontak saat meliput Gunung anak Krakatau
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube tvOneNews

Hingga Kamis, 10 September 2026, operasi pencarian masih terus dilakukan dengan memperluas sektor penyisiran.

Sebelumnya, tim SAR telah menyisir sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau dan mengerahkan kapal perang TNI AL serta ratusan personel gabungan.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka berangkat bersama Warta sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai ABK, serta Heriyanto sebagai pemandu. Dengan demikian, terdapat delapan orang di dalam speedboat yang hingga kini masih dicari.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin, 7 September 2026. 

Detik-detik Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube tvOneNews

Tujuan mereka adalah kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk mengambil gambar dan informasi mengenai aktivitas gunung api tersebut.

Sebelum berangkat, momen keberangkatan rombongan sempat terekam dalam sebuah video. Lima jurnalis terlihat berada di atas speedboat berwarna putih dan menyapa ke arah kamera.

Detik-detik Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube tvOneNews

Momen tersebut kemudian menjadi salah satu rekaman terakhir sebelum komunikasi dengan mereka terputus.

Perjalanan rombongan sebenarnya masih sempat terpantau setelah meninggalkan Carita.

Sekitar pukul 14.42 WIB, M. Bagus Khoirunnas dilaporkan sempat berkomunikasi dengan rekannya yang berada di Lampung. Saat itu, Bagus memberikan informasi mengenai posisi rombongan.

Namun, komunikasi tersebut kemudian terputus. Sekitar pukul 15.04 WIB, kontak dengan Bagus dilaporkan sudah tidak dapat dilakukan.

Rangkaian waktu tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi tim SAR dalam memperkirakan posisi terakhir speedboat.

Meski demikian, masih ada satu jejak komunikasi yang muncul beberapa jam kemudian.

Sekitar pukul 18.13 WIB, Heriyanto sempat mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau ke sebuah grup WhatsApp.

Dalam foto tersebut, gunung terlihat mengeluarkan asap putih. Tidak tampak pulau lain yang menghalangi pemandangan Gunung Anak Krakatau dari posisi pengambilan gambar.

Setelah laporan hilang kontak diterima, Basarnas bersama berbagai unsur langsung melakukan pencarian.

Pada hari kedua, tim gabungan menyisir sejumlah wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pencarian dibagi menjadi beberapa sektor dengan melibatkan sekitar 250 personel.

Perkembangan terbaru pada Kamis, 10 September 2026 menunjukkan pencarian terus diperluas berdasarkan perhitungan kondisi laut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyatakan sektor selatan perairan hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau telah dicakup dalam operasi pencarian.

Selanjutnya, tim mengarahkan pencarian ke sisi utara dengan memperhitungkan arus, pergeseran ombak, dan arah angin.

"Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu. Dan tetap di dekat area Gunung Krakatau," jelasnya.

Sebanyak tujuh Search and Rescue Unit atau SRU dari lima sektor dengan sembilan alat utama juga dikerahkan untuk mendukung operasi.

Sejumlah armada ditempatkan di sektor berbeda, mulai dari tenggara Gunung Anak Krakatau, kawasan Pulau Sebuku dan Pulau Lagundi, hingga sektor barat laut dan barat daya Krakatau.

Hingga 10 September 2026, belum ada informasi resmi bahwa kelima jurnalis bersama tiga orang lainnya telah ditemukan.

Petunjuk berupa foto Gunung Anak Krakatau yang dikirim Heriyanto, dugaan posisi di sekitar Sertung, serta jejak komunikasi terakhir menjadi bagian dari informasi yang dapat membantu tim dalam memperkirakan keberadaan mereka.

Namun, sejumlah informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dijadikan kepastian mengenai lokasi terakhir rombongan.

Yang jelas, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR terus memperluas penyisiran dan menyesuaikan strategi berdasarkan pergerakan arus, ombak, angin, serta kondisi Gunung Anak Krakatau.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:04
01:23
01:18
01:28
04:46
04:00

Viral