- Satgas Damai Cartenz
Kecam Aksi KKB, KemenHAM Desak Pelaku Diusut dan Dihukum
Jakarta, tvOnenews.com- Peristiwa pilu menimpa rombongan Dinas Pertanian saat membawa bantuan di Papua. Tiga orang dari sebelas diketahui kena tembak sama KKB.
Aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM). Meminta bisa diusut tuntas dan berikan hukuman.
Dalam keterangannya, Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta mengatakan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan.
Sebab ini bertentangan dengan prinsip penghormatan serta pelindungan hak asasi manusia. KemenHAM pun mendesak tindakan tegas.
- Antara
“KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Pembunuhan ini sangat keji, terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua," katanya.
"Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum,” kata Thomas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, dikutip dari Antara.
Sejauh ini, aparat masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan kelompok yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Lebih lanjut Thomas mengatakan KemenHAM tidak memiliki kompetensi dalam menilai narasi yang beredar dari kelompok KKB yang menyebut korban merupakan agen intelijen.
- Istimewa
“Kami pun tidak paham apakah mereka agen intelijen atau tidak sebagaimana narasi beredar dari kelompok KKB, tapi pasti mereka warga sipil yang sedang mencari penghidupan di Papua. Pembunuhan terhadap warga sipil ini tidak bisa dibenarkan,” ungkapnya.
Seperti diketahui, 3 orang aparatur sipil negara (ASN) meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Wamena, Papua pada 9 September 2026.
Kemudian ketiga orang ASN itu tergabung dalam 11 orang. Willy Mboik bersama rombongan dalam perjalanan dinas untuk membagikan bantuan pangan (bibit dan anakan babi) dihadang kelompok kriminal bersenjata atau KKB.
Rombongan tersebut juga sekalian meninjau kegiatan cetak sawah bagi masyarakat setempat. Pilu karena ada salah satu korban baru lolos CPNS dan menjadi ASN selama 2 bulan lebih lalu dikabarkan jadi korban kekejamqn KKB.
Kabarnya, saat rombongan berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, mereka dihadang dan tiga ASN menjadi korban penembakan.
Dengan diketahui, identitasnya, ketiga korban adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.
Satu dari tiga jenazah korban, yakni Willi Mbuik, telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Yusuf, jenazah Willi dijadwalkan tiba di Kupang melalui Jakarta pada Jumat (11/9). Kasus ini terus menjadi perhatian publik di media sosial.(klw)