- Antara
Jenazah Temuan di Pulau Enggano Bengkulu Belum Teridentifikasi sebagai Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Jakarta, tvOnenews.com - Penyelidikan forensik dan pengujian sampel DNA terhadap jasad tanpa identitas yang dievakuasi dari Pulau Enggano, Bengkulu, hingga kini belum menunjukkan kecocokan dengan rombongan jurnalis maupun awak kapal yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda, Banten.
Keterangan tersebut dipaparkan oleh Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad bersama KBO Ditpolairud Polda Banten AKBP Ahmad saat menggelar jumpa pers evaluasi operasi SAR hari kedelapan di Posko Utama Gabungan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Selasa (15/9) malam.
Al Amrad menerangkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi aktif dengan tim penyelamat di Bengkulu guna memantau perkembangan proses identifikasi korban.
"Sore tadi kami sudah terus berkoordinasi tentang hasil tersebut dengan rekan-rekan di Kantor SAR Bengkulu, hingga saat ini masih menunggu hasil," kata Al Amrad yang juga selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini.
Pada kesempatan yang sama, AKBP Ahmad menegaskan kembali bahwa merujuk pada informasi dari Biddokkes serta Bidang Humas Polda Banten, jasad pria tersebut belum dapat dipastikan sebagai bagian dari penumpang cepat KM Arupadatu I yang tengah dicari.
"Sama sebagaimana keterangan Kabid Humas kemarin, tidak teridentifikasi kawan kita yang sedang kita cari. Ciri-cirinya tidak ada, DNA-nya masih didalami," kata Ahmad.
Mengenai rincian ciri fisik luar maupun pakaian yang dikenakan jasad tersebut, Ahmad menuturkan bahwa wewenang pemaparannya berada di tangan tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Tim medis yang akan menjawabnya, ya," kata Ahmad menjawab pertanyaan pewarta.
Pencocokan antara profil DNA dari keluarga korban (antemortem) dengan sampel dari jenazah (postmortem) menjadi tumpuan krusial dalam mengungkap tabir identitas jasad tersebut, sekaligus memastikan keterkaitannya dengan delapan penumpang yang hilang.
Hingga hari kedelapan, tim pencari gabungan masih terus berupaya menembus kebuntuan setelah menyisir perairan dan pulau-pulau di sekeliling kawasan Gunung Anak Krakatau-yang mencakup area Banten, Lampung, sampai Bengkulu-sejak kapal tersebut dinyatakan hilang kontak pada Senin (7/9).
Sebanyak delapan individu yang masih dicari meliputi lima orang pewarta, yaitu M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).
Sementara tiga orang lainnya adalah awak serta pemandu pelayaran, yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto selaku pemandu.
Sebelumnya, jasad pria tanpa identitas tersebut ditemukan terdampar di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, oleh warga bersama personel SAR Bengkulu pada Sabtu (12/9).
Selanjutnya, jenazah diterbangkan menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu pada Senin (14/9) untuk menjalani autopsi menyeluruh oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu yang didukung Pusdokkes Polri. (ant/dpi)