news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Beberapa rumah roboh di Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel akibat Gempa NTT.
Sumber :
  • Antara

94 Pengungsi NTT Meninggal, DPR Soroti Pengelolaan Tempat Pengungsian

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti soal adanya 94 pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia di lokasi pengungsian.
Jumat, 18 September 2026 - 06:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti soal adanya 94 pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia di lokasi pengungsian.

Dia meminta pemerintah melakukan audit terhadap kondisi dan pengelolaan tempat pengungsian.

Charles mengatakan, berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban yang meninggal di pengungsian disebut lebih banyak dibandingkan korban yang meninggal akibat langsung dari gempa.

“Kita tentu sangat prihatin ya, kalau melalui apa yang disampaikan oleh BNPB artinya lebih banyak korban gempa yang meninggal di pengungsian dibandingkan yang meninggal akibat dari gempa itu sendiri,” kata dia Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, pemerintah perlu mengidentifikasi berbagai persoalan yang terjadi di lokasi pengungsian, termasuk masalah kesehatan serta penanganannya.

“Apakah ada permasalahan di sana, permasalahan kesehatan yang banyak itu seperti apa, dan penanganannya sampai ini sudah seperti apa,” ungkap Charles.

Charles menilai tingginya angka kematian di pengungsian perlu menjadi perhatian serius dalam evaluasi penanganan bencana.

Dia menyebut kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya persoalan dalam pengelolaan tempat pengungsian.

“Berarti sepertinya permasalahannya ada di pengelolaan pengungsian yang kurang baik ya, kurang ideal,” kata Charles.

Untuk itu, Charles meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, serta pemerintah daerah, segera mengidentifikasi persoalan di tempat-tempat pengungsian.

Dia berharap evaluasi tersebut dapat mencegah bertambahnya korban jiwa sekaligus menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

“Sehingga di kemudian hari tidak bertambah jumlah korban meninggal, dan juga menjadi pembelajaran ketika terjadi bencana lagi, maka pemerintah sudah bisa lebih siap,” tuturnya.

“Bukan saja dalam menangani bencananya, tetapi bagaimana bisa mengelola tempat pengungsian dengan baik," tambah Charles.

Charles menekankan pentingnya memastikan para pengungsi mendapatkan penanganan dan pelayanan kesehatan yang memadai selama berada di tempat pengungsian.

"Sehingga korban pengungsian yang mengungsi bisa ditangani dengan baik ya, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, sehingga tidak ada lagi kasus-kasus kematian seperti yang terjadi di NTT," pungkasnya.(saa/raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:40
22:09
07:46
01:46
01:11
09:06

Viral