- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Kejagung Limpahkan Febrie Adriansyah dan Barang Bukti ke Kejari Jaksel, Bakal Segera Diadili
Bahkan, Febrie dalam hal ini memamerkan pencapaian kerjanya melalui Satgas PKH yabg telah berhasil mengembalikan uang Rp300 Triliun dari hasil pemberantasan kasus yang ada.
“Banyak prestasi yang sudah disampaikan oleh kita di Gedung Bundar. Perubahan Gedung Bundar begitu besar ketika kita pegang. Apalagi Ketua Satgas PKH. 300 T setahun kita kembalikan. Semua perkara besar kita ambil,” tegas Febrie.
Menurutnya, semua data perkara besar berada di Kejaksaan Agung. Semua orang yang terlibat dalam perkara besar ada di dalamnya.
“Tapi akhirnya, justru kita yang digergaji, ya. Tapi jangan lupa, database di Gedung Bundar itu, itu akan menjadi data abadi. Kita semua tahu siapa yang terlibat di perkara-perkara besar. Dan saya yakin, junior saya ya, selama ini telah kita didik, itu pasti akan punya keberanian untuk bangsa dan untuk rakyatnya. Itu selalu yang kita tanamkan di Gedung Bundar,” terangnya.
Selain itu, Febrie juga membantah soal kepemilikan emas yang berhasil disita oleh tim penyidik di rumah Sentul, Jawa Barat. Dirinya meminta agar dapat diungkap sosok pemilik emas tersebut.
“Itu kan sudah diperiksa. Dan saya juga minta itu di-clear-kan. Siapa yang punya, apakah keterkaitan dengan saya, itu kan sudah diberikan penjelasan kepada tim penyidik. Oleh karena itu saya berharap nanti, ya, agar hakim dapat melihat ini dengan jernih,” ungkap Febrie.
Kemudian, Febrie juga tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki IUP tambang hingga tidak pernah meminta kuota impor.
“Saya tidak punya IUP tambang. Saya tidak pernah minta proyek pemerintah. Saya tidak pernah punya konsesi sawit. Saya tidak pernah minta kuota impor. Siapa yang terlibat di situ? Gedung Bundar ada database-nya. Dan saya yakin ya, Presiden dapat masukan yang salah atas perkara ini,” jelas Febrie.
“Dan mudah-mudahan, junior-junior saya yang ada di Gedung Bundar akan terus bela kepentingan rakyat dan bangsanya untuk menuju kemakmuran rakyat. Itu saja, ya,” sambungnya. (Ars/ree)