- Dokumentasi BNPB
BNPB Kerahkan Armada Helikopter untuk Water Bombing Karhutla di 6 Provinsi
Sementara di Kalimantan Selatan, operasi udara diarahkan ke kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor. Helikopter N137WZ direncanakan menyasar titik fire spot (FS) di ring 1 bandara.
Helikopter N261BE juga diarahkan ke titik FS di sekitar Rumah Sakit Samli, yang masih berada di ring 1 bandara, pada koordinat 3°23’16”S, 114°43’27”E.
Satu helikopter lainnya, RA22834, berada dalam status siaga sambil menunggu informasi titik FS dari hasil patroli tim darat dan helikopter patroli pagi.
Pengerahan di sekitar bandara menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya menyasar kawasan hutan dan lahan, tetapi juga titik kebakaran yang berpotensi berada di sekitar fasilitas vital.
Di Riau, BNPB merencanakan pengerahan empat helikopter untuk operasi udara di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kampar.
Sikorsky S-61A N5193Y diarahkan menyusuri rute Rengat Selatan (Rsn)–Batang Cenaku di Indragiri Hulu. Dua helikopter, yakni Sikorsky UH-60L N4875A dan MI-8AMT RA-22729, direncanakan beroperasi di rute Rsn–Kuala Cenaku.
Sementara Mi-8T SBM1 registrasi RDPL-34194 diarahkan ke rute Rsn–Sungai Serai, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.
Di Sumatera Selatan, sedikitnya lima titik masuk dalam rencana water bombing. Operasi antara lain diarahkan ke kawasan Pangkalan Lampam dan Sungai Menang di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Helikopter VH-UHG direncanakan menuju Pangkalan Lampam, OKI, pada Sektor 1 dengan koordinat 03°14’58”S 105°05’14”E. Helikopter RA 22747 diarahkan ke Sungai Menang, OKI, Sektor 1, pada koordinat 03°43’42”S 105°26’36”E.
Tiga sasaran lainnya berada di Rantau Bayur, Banyuasin; Gelumbang, Muara Enim; dan Tulung Selapan, OKI.
Helikopter N360 UH direncanakan melakukan water bombing di Rantau Bayur, Banyuasin, Sektor 3.
Helikopter RA-22279 diarahkan ke Gelumbang, Muara Enim, Sektor 3. Adapun VH-BHL direncanakan beroperasi di Tulung Selapan, OKI, Sektor 1.
Di Jambi, operasi udara direncanakan menjangkau kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, serta wilayah Sadu, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kedua lokasi tersebut menjadi sasaran rencana operasi helikopter Mi-17 1V registrasi VN 8414.