news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi jaringan saraf pada manusia.
Sumber :
  • Pixabay/Monoar_CGI_Artist

Teknologi Makin Canggih, Begini Masa Depan Penanganan Penyakit Otak dan Saraf

Perkembangan AI, advanced imaging, neuromodulasi hingga teknologi bedah membuka era baru penanganan penyakit otak dan saraf di Indonesia.
Minggu, 20 September 2026 - 15:42 WIB
Reporter:
Editor :

Awake Brain Surgery hingga Teknologi Robotik

Salah satu prosedur yang menjadi bagian dari kapabilitas Siloam Hospitals Lippo Village adalah awake brain surgery.

Prosedur tersebut merupakan tindakan bedah saraf kompleks dengan tingkat presisi tinggi. Pada tahap tertentu selama operasi, pasien tetap dalam kondisi sadar sehingga fungsi saraf dapat dipantau secara langsung.

Pelaksanaan awake brain surgery membutuhkan pendekatan multidisiplin agar tindakan operasi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi neurologis pasien.

Selain kemampuan klinis, perkembangan layanan neuroscience juga didukung teknologi medis. Siloam Hospitals Lippo Village menggunakan sejumlah teknologi untuk menunjang diagnosis maupun tindakan terhadap kondisi otak dan saraf.

Beberapa teknologi yang menjadi bagian dari pengembangan layanan tersebut antara lain:

  • Brainlab Cirq Robotic Suite, untuk mendukung robotic-guided neurosurgery.

  • Gamma Knife, teknologi radiosurgery untuk penanganan kondisi tertentu pada otak.

  • MRI 3T, untuk mendukung advanced imaging dalam evaluasi kondisi neurologis.

  • Dual Source CT, untuk kebutuhan pencitraan diagnostik dalam layanan klinis.

Siloam Hospitals Lippo Village juga memiliki Gamma Knife Center yang telah beroperasi sejak 2014 dan disebut sebagai salah satu fasilitas pionir di Asia Tenggara.

Dalam layanan stroke, Siloam Hospitals Lippo Village juga menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang memperoleh Clinical Care Program Certification (CCPC) dari Joint Commission International (JCI) untuk Acute Ischemic Stroke Program.

Masa Depan Neuroscience Butuh Kolaborasi

Perkembangan teknologi membuat masa depan neuroscience tidak hanya bergantung pada kecanggihan perangkat medis. Integrasi berbagai bidang keilmuan menjadi bagian penting dalam menghadapi kasus neurologis yang semakin kompleks.

Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals, mengatakan pengembangan layanan selama 30 tahun tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga keahlian, inovasi, pendidikan, penelitian dan kolaborasi.

"Selama tiga puluh tahun, Siloam Hospitals Lippo Village terus berinvestasi dalam keahlian, teknologi, inovasi, dan kolaborasi untuk memperkuat layanan saraf dan bedah saraf di Indonesia. Perjalanan ini tidak hanya membangun keunggulan klinis, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekosistem neuroscience melalui pendidikan dan penelitian," ujar Caroline.

Menurut Caroline, kemajuan neuroscience tidak hanya ditentukan teknologi, tetapi juga kompetensi tenaga kesehatan dan kemampuan menerapkan inovasi agar berdampak kepada pasien.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
03:39
04:40
22:09
07:46
08:33

Viral