news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi jaringan saraf pada manusia.
Sumber :
  • Pixabay/Monoar_CGI_Artist

Teknologi Makin Canggih, Begini Masa Depan Penanganan Penyakit Otak dan Saraf

Perkembangan AI, advanced imaging, neuromodulasi hingga teknologi bedah membuka era baru penanganan penyakit otak dan saraf di Indonesia.
Minggu, 20 September 2026 - 15:42 WIB
Reporter:
Editor :

Pandangan serupa disampaikan Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N, Subs. NNK (K), FIPP, CIPS, Chairman The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026.

"Masa depan neuroscience membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan pertukaran pengetahuan yang semakin terbuka. 'Beyond Boundaries' menggambarkan semangat untuk melampaui batas-batas yang ada, menghubungkan berbagai keahlian, teknologi, dan perspektif untuk menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam layanan neuroscience di Indonesia," katanya.

Siloam Neuroscience Summit 2026 Bahas Masa Depan Neuroscience

Upaya memperkuat kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 yang mengusung tema "Beyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscience".

Forum yang digelar pada 18–19 September 2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City tersebut sekaligus menjadi momentum 30 tahun perjalanan Neuroscience Centre Siloam Hospitals Lippo Village.

Siloam Neuroscience Summit 2026 mempertemukan tenaga kesehatan, akademisi dan praktisi dari dalam maupun luar negeri. Total terdapat 55 pembicara yang hadir dalam forum tersebut, terdiri dari 11 pembicara internasional dan 44 pembicara nasional.

Rangkaian kegiatan Siloam Neuroscience Summit 2026 mencakup:

  • Scientific Symposium

  • Hands-on Workshops

  • Poster Presentation

  • Medical Exhibition

Peserta yang terlibat berasal dari berbagai bidang, termasuk neurolog, neurosurgeon, dokter spesialis terkait, dokter umum, dokter residen, perawat, peneliti dan healthcare professionals.

Teknologi Harus Berujung pada Manfaat bagi Pasien

Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS, menekankan bahwa perkembangan neuroscience perlu dilihat dari manfaat yang dihasilkan bagi pasien.

"Kemajuan neuroscience bukan hanya tentang seberapa jauh teknologi berkembang, tetapi bagaimana perkembangan tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih tepat, aman, dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien," ujarnya.

Menurut Julius, perkembangan ilmu, teknik bedah, teknologi dan kolaborasi multidisiplin dalam 30 tahun terakhir telah mengubah penanganan berbagai kasus neurologis.

Memasuki dekade keempat, pengembangan neuroscience diarahkan untuk memperkuat kemampuan klinis, talenta medis, pemanfaatan teknologi, pendidikan, penelitian dan kolaborasi.

Melalui tema Beyond Boundaries, Siloam Neuroscience Summit 2026 menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk menghubungkan keahlian, teknologi serta berbagai perspektif dalam pengembangan layanan otak dan saraf di Indonesia.

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
03:39
04:40
22:09
07:46
08:33

Viral