- Ist
KAMI Deklarasi Dukung Asta Cita: Kawal Pemerintahan Wujudkan Indonesia Maju
Ketiga, KAMI mendesak penerapan prinsip ekonomi kerakyatan sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Kekayaan alam dan potensi ekonomi bangsa harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat, bukan untuk segelintir kelompok atau kepentingan asing. Demokrasi ekonomi harus menjadi fondasi yang kokoh di setiap kebijakan pemerintah.
Keempat, KAMI berkomitmen mendukung terwujudnya Swasembada Pangan dan Swasembada Energi. Kemandirian pangan menjamin setiap keluarga Indonesia dapat makan tanpa bergantung pada impor, sementara kemandirian energi menjamin roda pembangunan terus berputar dengan harga yang terjangkau dan ketersediaan yang terjamin. Keduanya adalah pilar kedaulatan yang tidak dapat ditawar.
Kelima, KAMI mendukung penuh program Hilirisasi dan Industrialisasi Nasional. Sumber daya alam yang dimiliki bangsa tidak boleh lagi dikirim ke luar negeri dalam bentuk bahan mentah. Harus diolah di dalam negeri, memberi nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan membangun kekuatan industri yang mandiri dan berdaya saing global.
Keenam, KAMI berdiri teguh mendukung upaya pemberantasan korupsi di segala bidang dan tingkatan. Korupsi adalah penyakit yang menggerogoti masa depan generasi mendatang, mencuri hak rakyat, dan melemahkan sendi-sendi negara. KAMI menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku korupsi di Indonesia yang bermartabat. Setiap penyimpangan harus diusut, diadili, dan dipertanggungjawabkan secara hukum.
Ketujuh, KAMI mendesong penguatan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, serta penumbuhan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Usaha kecil dan menengah bukan sekadar pelengkap ekonomi — mereka adalah fondasi utama ketahanan ekonomi nasional. Kesejahteraan pelaku usaha rakyat berarti kesejahteraan jutaan keluarga di seluruh pelosok negeri.
Kedelapan, KAMI mendorong terciptanya lapangan kerja yang luas dan berkualitas bagi generasi muda. Melalui investasi yang terarah, industrialisasi yang merata, hilirisasi yang konsisten, pengembangan ekonomi digital, serta penguatan industri kreatif, pemuda Indonesia tidak perlu lagi mencari nafkah ke negeri asing. Kesempatan harus ada di tanah air sendiri.
Kesembilan, KAMI mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk bangkit dari sikap pasif. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Setiap pemuda harus menjadi subjek perubahan — melalui pendidikan yang bermutu, membangun usaha yang bermanfaat, berkarya di bidang sosial, mengabdi kepada masyarakat, berdiskusi secara cerdas, serta berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi dengan kesadaran penuh dan tanggung jawab.