- Antara
Nusron Wahid Akui Sudah Bahas Pengunduran Diri dari Golkar dengan Bahlil Sejak Tahun Lalu
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid buka suara terkait kabar dirinya telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar.
Nusron mengakui bahwa rencana pengunduran dirinya dari kepengurusan Partai Golkar memang sudah pernah dibahas bersama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Pembahasan tersebut, kata Nusron, bahkan telah dilakukan sejak tahun lalu.
“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu,” kata Nusron dikutip Selasa (22/9/2026).
Namun, Nusron tidak menjelaskan secara rinci mengenai keputusan pengunduran dirinya tersebut. Dia meminta persoalan itu ditanyakan langsung kepada Bahlil selaku Ketua Umum Partai Golkar.
Minta Pengunduran Diri Ditanyakan ke Bahlil
Nusron kembali menegaskan bahwa dirinya dan Bahlil telah lama membicarakan persoalan tersebut.
Dia pun memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh ketika ditanya mengenai keputusan pengunduran dirinya dari kepengurusan partai.
“Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama,” ujar Nusron.
Saat kembali ditanya apakah pengunduran dirinya berkaitan dengan fokus yang kini tidak lagi berada di partai, Nusron memilih bungkam.
Dia tidak memberikan jawaban terkait alasan maupun pertimbangan di balik rencana pengunduran dirinya dari struktur kepengurusan DPP Partai Golkar.
Sebelumnya Menjabat Ketua Bidang Keagamaan Golkar
Nusron sebelumnya tercatat sebagai bagian dari kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024-2029.
Dalam struktur tersebut, Nusron menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar.
Kabar mengenai pengunduran diri Nusron dari kepengurusan DPP Partai Golkar kemudian dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji.
Sarmuji mengatakan Nusron telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai sejak lebih dari enam bulan lalu.
Meski telah meninggalkan struktur kepengurusan DPP, status Nusron sebagai kader Partai Golkar disebut masih tetap.
Dengan demikian, pengunduran diri yang dimaksud merupakan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar, bukan dari keanggotaan atau statusnya sebagai kader partai.