news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sejumlah barang bukti hasil tes DNA temuan Jenazah di Bengkulu keterkaitan dengan pencarian rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang ditunjukan dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9)..
Sumber :
  • Antara

Jasad ABK Kapal Jurnalis Ditemukan 345 Km dari Titik Terakhir Kapal di Pulau Sebesi

Jasad ABK rombongan jurnalis ditemukan di Pulau Enggano, sekitar 345,05 km dari titik terakhir kapal terdeteksi di Pulau Sebesi.
Rabu, 23 September 2026 - 18:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, telah dipastikan identik dengan salah satu anak buah kapal (ABK) yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Lokasi penemuan jasad tersebut berada cukup jauh dari titik terakhir kapal rombongan jurnalis terdeteksi.

Berdasarkan pengukuran menggunakan Google Earth, jarak antara Pulau Enggano dan titik terakhir kapal terdeteksi di Pulau Sebesi mencapai sekitar 345,05 kilometer jika ditarik dalam garis lurus.

Jarak tersebut memperlihatkan lokasi penemuan jasad berada ratusan kilometer dari kawasan terakhir kapal rombongan jurnalis terdeteksi sebelum hilang.

Pulau Enggano berada di perairan Bengkulu

Pulau Enggano merupakan wilayah yang berada di kawasan Bengkulu Utara. Pulau tersebut terletak di perairan Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat daya Pulau Sumatera.

Lokasi Pulau Enggano berbeda jauh dengan kawasan Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kapal yang membawa rombongan jurnalis diketahui terakhir terdeteksi di Pulau Sebesi.

Pulau Sebesi berada di kawasan Selat Sunda dan masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Dari dua lokasi tersebut, Pulau Sebesi menjadi titik terakhir kapal terdeteksi sebelum rombongan dinyatakan hilang.

Jika garis lurus ditarik dari Pulau Sebesi menuju Pulau Enggano, jaraknya berdasarkan pengukuran Google Earth sekitar 345,05 kilometer.

Penemuan jasad terjadi lima hari setelah rombongan hilang

Rombongan yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut dilaporkan hilang pada 7 September 2026.

Mereka sebelumnya hendak menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan erupsi.

Lima hari setelah dinyatakan hilang, tepatnya pada Sabtu, 12 September 2026, ditemukan jasad seorang pria di Pulau Enggano.

Jasad tersebut kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi melakukan pemeriksaan DNA guna memastikan identitas korban.

Proses identifikasi dilakukan karena kondisi jasad tidak dapat langsung dipastikan secara visual. Hasil pemeriksaan DNA kemudian menjadi dasar untuk mengetahui apakah jasad tersebut merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang.

DNA jasad identik dengan salah satu ABK

Dokter forensik RS Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat, membenarkan bahwa hasil pemeriksaan DNA terhadap jasad yang ditemukan di Enggano telah selesai.

Hasilnya menunjukkan DNA jasad tersebut identik dengan salah satu ABK kapal yang membawa rombongan jurnalis.

"Sudah, informasi begitu," ujar Donald saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).

Meski hasil DNA telah memastikan jasad tersebut berkaitan dengan salah satu ABK rombongan, identitas lengkapnya akan disampaikan melalui keterangan resmi.

Penemuan jasad di Pulau Enggano menjadi perkembangan penting dalam pencarian delapan orang yang hilang setelah kapal mereka terakhir terdeteksi di kawasan Pulau Sebesi.

Delapan orang hilang saat menuju Gunung Anak Krakatau

Rombongan yang hilang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Berikut daftar delapan orang tersebut:

  1. M Bagus Khoirunnas, jurnalis ANTARA.

  2. Arie Basuki, jurnalis Merdeka.com.

  3. Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews.

  4. Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency.

  5. Donal Husni, jurnalis lepas atau freelance.

  6. Warta/Surahman, kapten kapal.

  7. Sukarman, anak buah kapal (ABK).

  8. Heriyanto, pemandu.

Proses pencarian terhadap kedelapan orang tersebut telah dihentikan. Sementara itu, jasad yang ditemukan di Enggano telah melalui pemeriksaan DNA untuk memastikan identitasnya.

Dengan posisi Pulau Enggano yang berjarak sekitar 345,05 kilometer dari Pulau Sebesi berdasarkan pengukuran Google Earth, lokasi penemuan jasad berada cukup jauh dari titik terakhir kapal rombongan jurnalis terdeteksi.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
05:10
03:00
05:01
06:41
06:14

Viral