- tvOneNews
Kronologi Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Dunia Diduga setelah Tersedak Kelengkeng Menu MBG
Guru Terpukul
Lanjut Heri, kabar meninggalnya Reyhan tidak hanya berdampak pada keluarga. Tekanan emosional juga melanda para guru di sekolah tersebut.
Kata Heri, sejumlah guru merasa terpukul hingga merasa kehilangan lantaran salah satu siswa kelas 3 SD mereka meninggal dunia.
"Para dewan guru merasa tertekan, merasa disalahkan, dan bersedih luar biasa. Padahal kita tahu bersama, tugas utama seorang guru adalah mendidik dan memandaikan anak bangsa," ucapnya.
Heri berharap agar masyarakat khususnya warga sekitar jangan langsung menyalahkan pihak sekolah. Pasalnya, para guru juga merasa sangat kehilangan.
"Ini musibah. Ibu-ibu guru juga merasa sangat kehilangan. Mereka merawat dan mendidik anak-anak itu. Musibah ini bukan semata-mata kelalaian mereka. Pengawasan terhadap puluhan anak aktif tentu memiliki batas," tegasnya.
Ia memberikan dukungan kepada para guru. Setelah kejadian ini, mereka diharapkan tetap dapat menjalankan tugas seperti biasanya.
"Mari kita memberikan dukungan moral kepada mereka, jangan sampai semangat mereka patah dalam membina generasi penerus," ajak dia.
Sementara, Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) setempat, Yogi Ganda menyatakan belum ada panduan khusus dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait jenis buah yang tidak boleh disajikan dan bisa disantap siswa dalam program MBG.
Yogi mengatakan, dari kejadian ini tentu membuat pihaknya akan berkoordinasi untuk sementara. Hal tersebut bertujuan menghindari jenis makanan tertentu.
"Dari BGN belum ada pemberitahuan masalah buah yang dilarang. Ke depannya, mungkin kita koordinasi dengan Korcam dan koordinator wilayah untuk menghindari jenis makanan tersebut sementara waktu," ujar Yogi.
(hap)