- Ist
PPN Nobatkan Aneu Nursifah Jadi Srikandi Pemilu Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Presidium Pelajar Nasional (PPN) menobatkan Aneu Nursifah sebagai "Srikandi Pemilu Indonesia” dalam rangkaian Diskusi Nasional PPN, Jumat (25/9/2026), di Jakarta.
Predikat tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan dan kontribusi Aneu Nursifah dalam dunia kepemiluan, sekaligus sebagai penghormatan terhadap peran perempuan dalam menjaga demokrasi Indonesia.
Bagi PPN, kepemiluan bukan semata persoalan teknis penyelenggaraan pesta demokrasi. Di balik setiap surat suara terdapat kerja panjang untuk memastikan hak konstitusional warga negara terlindungi, proses berjalan sesuai aturan, dan kepercayaan publik terhadap demokrasi tetap terjaga.
Dalam konteks itulah, PPN melihat Aneu Nursifah sebagai salah satu figur perempuan yang telah mengambil bagian dalam perjalanan tersebut.
Aneu Nursifah merupakan Anggota KPU Provinsi Jawa Barat periode 2024–2028 dan dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan. Pengalamannya di dunia kepemiluan juga telah dilalui melalui sejumlah jenjang penyelenggaraan pemilu.
Pengalaman tersebut, menurut PPN, menjadi modal penting dalam membangun perspektif yang utuh mengenai penyelenggaraan pemilu, mulai dari persoalan regulasi, pengawasan, kelembagaan, hingga bagaimana demokrasi diterjemahkan dalam praktik di lapangan.
Sekretaris Jenderal PB PII, Atqiya Fadhil Rahman, mengatakan sosok Aneu menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang sangat penting dalam menjaga dan memperkuat demokrasi.
"Kami melihat Teh Aneu bukan hanya sebagai seorang penyelenggara pemilu, tetapi sebagai perempuan yang telah melewati perjalanan panjang dalam dunia kepemiluan. Karena itu, kami memberikan apresiasi sebagai Srikandi Pemilu Indonesia. Ini adalah penghormatan atas perjalanan, pengalaman, dan kontribusi beliau dalam menjaga demokrasi,” kata Atqiya, kepada wartawan, Sabtu (26/9).
Menurut Atqiya, pengalaman penyelenggara pemilu perlu lebih banyak diperkenalkan kepada generasi muda. Sebab, demokrasi tidak akan tumbuh hanya dengan mengajarkan generasi muda bagaimana menggunakan hak pilih, tetapi juga dengan memperkenalkan nilai, proses, dan orang-orang yang bekerja menjaga demokrasi.
"Generasi muda perlu melihat bahwa demokrasi itu bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Ada orang-orang yang setiap hari bekerja memastikan proses demokrasi berjalan. Teh Aneu adalah salah satu figur yang bisa menjadi referensi bagi pelajar bahwa perempuan dan generasi muda memiliki ruang untuk mengambil peran dalam kepemiluan,” ujarnya.