- X
Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Diduga Jadi Korban Pengeroyokan OTK di Tebet, Pelaku Tinggalkan Sarung Tangan Latex hingga Lakban
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah cuitan viral di media sosial menceritakan adanya dugaan pengeroyokan terhadap Koordinator Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Hafidz Hernanda, yang terjadi di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/10/2026).
Peristiwa ini diunggah dalam akun X @vitojordano yang memberikan keterangan bahwa korban diserang oleh orang tak dikenal (OTK) hingga dirampas ponselnya.
“[Intel Menyerang Mahasiswa?] Kawan kami, Hafidz Haernanda, Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI diserang oleh seseorang yang tidak dikenal di Jakarta Selatan tadi malam (4 Oktober). Ia ditendang dari motor, dipukuli, ditodong dengan (dugaan) senjata lalu dirampas ponselnya,” tulis keterangan dalam akun, dikutip Selasa (6/10/2026).
Peristiwa ini juga diunggah dalam akun pribadi Instagram-nya yang memperlihatkan korban terbaring di kasur sebuah rumah sakit.
- X
Tampak juga korban mengalami luka lebam pada bagian kakinya. Disebutkan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Adapun terduga pelaku setelah beraksi disebut meninggalkan tas yang berisikan sarung tangan latex, lakban, sandal, slayer, dan peci.
Kemudian terduga pelaku diduga memiliki ciri-ciri mengenakan hoodie berwarna hijau, badan kekar, memakai masker, dan kabur bersama dengan dua orang yang standby.
Terkait peristiwa ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian mengimbau kepada korban untuk membuat laporan.
“Kami juga berharap dari korban ataupun pihak-pihak tertentu untuk bisa dapat menyampaikan laporan,“ ungkap Budi, kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Pihaknya telah turun tangan untuk mendalami dugaan pengeroyokan yang terjadi.
"Tentunya kami dari Polda Metro Jaya akan mendalami peristiwa ini yang kejadian di Tebet, adanya pemukulan ataupun dugaan penganiayaan kepada salah satu dari organisasi mahasiswa," kata Budi.
Selain itu, Budi menjelaskan bahwa Polda Metro Jaya juga akan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap peristiwa yang terjadi.
"Tetap Polda Metro Jaya akan melakukan pendalaman, penyelidikan, akan mengumpulkan beberapa barang-barang bukti untuk melakukan pengungkapan terkait tentang dugaan penganiayaan terhadap salah satu mahasiswa," terang Budi. (ars/nsi)