news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sosok Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, penceramah yang viral hingga diboikot MUI.
Sumber :
  • Istimewa

Sekjen MUI Sikapi Ceramah Habib Alwi Assegaf yang Rendahkan Wanita: Dakwah Itu Mengajak Kebaikan

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan menyayangkan ceramah Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf (Habib Alwi Assegaf) yang merendahkan wanita.
Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, turut menyoroti ceramah Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf alias Habib Alwi Assegaf yang viral di media sosial. Dalam ceramah tersebut, sang pendakwah menuai kritik karena pernyataannya dinilai merendahkan perempuan.

Amirsyah menyayangkan sejumlah ucapan yang disampaikan Habib Alwi dalam ceramahnya. Potongan video yang memperlihatkan pernyataan tersebut belakangan beredar luas dan memicu perbincangan di tengah masyarakat.

Menurut Amirsyah, kegiatan dakwah semestinya menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan positif serta mengajak jemaah melakukan kebaikan, bukan justru melontarkan perkataan yang berpotensi menyinggung atau merendahkan orang lain.

"Pertama kami menyesalkan apa yang disampaikan Saudara Habib Alwi Assegaf. Kenapa? Karena sesungguhnya dakwah itu adalah mengajak dan bukan mengejek," ujar Amirsyah saat dihubungi melalui Apa Kabar Indonesia tvOne, Kamis (22/10/2026).

Sekretaris Jendral (Sekjen) MUI Amirsyah Tambunan
Sumber :
  • ANTARA

Lebih lanjut, Sekjen MUI tersebut menjelaskan bahwa dakwah seharusnya memberikan pencerahan dan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, penyampaian ceramah perlu memperhatikan etika serta menjaga suasana kegiatan keagamaan agar tetap mencerminkan nilai-nilai Islam.

Ia juga menilai sejumlah pernyataan dalam ceramah Habib Alwi sensitif karena menyangkut martabat perempuan, termasuk santriwati dan jemaah perempuan lanjut usia (lansia).

"Itu juga dakwah yang disampaikan Habib Alwi kelihatannya sangat sensitif membuat masyarakat kita tergerak pemahaman keagamaannya," terangnya.

Amirsyah kemudian menyinggung pernyataan Habib Alwi yang memicu kegaduhan. Menurutnya, ucapan yang mengarah pada pelecehan atau merendahkan perempuan tidak semestinya disampaikan oleh seorang penceramah maupun pendakwah.

Ia pun mendukung sikap tegas Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI, KH Cholil Nafis, yang mengimbau masyarakat agar tidak lagi mengikuti kajian maupun mengundang Habib Alwi untuk mengisi ceramah.

"Pernyataannya sangat absurd. Untuk itu, KH Cholil Nafis sebelumnya mengajak masyarakat supaya tidak mengundang lagi saya kira wajar, kecuali dia minta maaf," jelasnya.

Buya Amirsyah, sapaan akrabnya, mengajak masyarakat, khususnya umat Islam yang aktif menyelenggarakan maupun mengisi kegiatan keagamaan untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma agama dalam setiap aktivitas dakwah.

Ia menilai materi ceramah sebaiknya disesuaikan dengan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat. Dengan demikian, dakwah dapat memberikan manfaat nyata dan membantu jemaah memahami berbagai persoalan kehidupan.

"Masyarakat kita ini tengah menghadapi banyak masalah, seperti masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kenapa itu enggak diangkat? Karena itu, orang yang baik itu bisa menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah," tuturnya.

Meski demikian, Amirsyah menegaskan bahwa kegiatan dakwah tetap harus berlandaskan prinsip amar makruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Prinsip tersebut perlu diwujudkan melalui penyampaian pesan agama yang santun dan tidak merendahkan martabat orang lain.

"Kita mengedepankan dakwah agar mampu memberikan solusi terhadap kehidupan manusia. Saya berharap gaya dakwah disampaikan secara persuasif agar hidup rukun, aman, dan tenteram," harap dia.

Sebelumnya, polemik ini bermula dari beredarnya potongan video ceramah yang menampilkan Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf. Dalam video tersebut, ia awalnya membicarakan besaran honorarium yang diterimanya ketika mengisi ceramah.

Habib Alwi mengklaim honorarium terendah yang pernah diterimanya mencapai Rp75 juta. Pernyataan tersebut disampaikan dengan gaya bercanda hingga mengundang tawa para jemaah yang hadir.

Namun, suasana ceramah kemudian menjadi sorotan setelah ia melontarkan candaan mengenai santriwati. Dalam pernyataannya, ia menginginkan santri perempuan dihadirkan dengan maksud memilih calon istri keempat.

"Ane mau datang, tapi dengan catatan keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat," ucap sang penceramah.

Polemik semakin meluas ketika Habib Alwi juga melontarkan pernyataan mengenai jemaah perempuan lanjut usia. Ucapan tersebut dinilai merendahkan perempuan dan memicu kritik dari berbagai kalangan.

"Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata, tapi kalau perawan segar. Maaf-maaf nih, ane begini, aye tukang becanda," katanya.

Pernyataan tersebut menuai perdebatan di tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, Waketum MUI, KH Cholil Nafis, mengambil sikap tegas dengan mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak lagi mengikuti kajian maupun mengundang Habib Alwi sebagai penceramah.

"Seperti ceramahnya asli ini. Begini ini mau apapun statusnya tak layak menjadi penceramah. Bikin rusak agama dan manusia dengan ceramah model gini. Boro-boro menyebarkan Islam, malah ini yang merusak Islam," ujar Cholil Nafis.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) turut mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berdakwah. Hal tersebut mencakup penggunaan tutur kata dan perilaku yang sesuai dengan tuntunan dakwah Rasulullah SAW.

"Setiap penceramah atau dai yang berbicara di ruang publik hendaknya senantiasa menjaga etika dalam menyampaikan materi ceramah, termasuk dalam gaya humor agar tidak merendahkan atau melukai martabat orang lain," kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral