- Pertamina
Dua Tahun Memimpin: Prabowo Berhasil Stop Impor Solar Ganti B50, Negara Hemat Rp170 Triliun
tvOnenews.com, Jakarta – Komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi nasional membuahkan hasil bersejarah. Lewat implementasi resmi program B50 sejak 1 Juli 2026, Indonesia dipastikan terbebas penuh dari impor solar untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Pencapaian strategis ini terealisasi kurang dari dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo, menggeser ketergantungan energi fosil ke bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penerapan campuran 50 persen biodiesel dan 50 persen solar ini tak hanya menghentikan ketergantungan impor, namun juga membuat Indonesia mengalami surplus solar hingga 4 juta kiloliter (kL).
"Dengan implementasi B50 ini kita tidak impor solar lagi, ini pertama kali," tegas Bahlil.
- istimewa
Kementerian ESDM mencatat keberhasilan B50 memberikan multiplier effect yang masif bagi perekonomian nasional:
1. Penghematan Devisa: Menghemat anggaran negara sebesar Rp170 triliun (naik 27,5% dibanding era B40 sebesar Rp133,33 triliun), yang berfungsi memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
2. Nilai Tambah CPO: Meningkatkan nilai tambah olahan sawit domestik menjadi Rp23,49 triliun.
3. Lapangan Kerja: Membuka dan menyerap hingga 2,1 juta tenaga kerja di rantai pasok industri sawit.
4. Perlindungan Petani: Menyerap stok CPO mentah di dalam negeri sehingga harga Tandan Buah Segar (TBS) petani sawit terlindungi dari guncangan pasar global.
Di sisi lingkungan, transisi energi hijau lewat B50 diproyeksikan sanggup pangkas emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2 sepanjang tahun 2026.
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Tak Puas B50, Prabowo Peringatkan BRIN Siapkan B100
Melihat kesuksesan program B50, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pencapaian ini belum menjadi titik akhir dari peta jalan kemandirian energi nasional.
Pada Agustus lalu, Presiden telah menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk segera melakukan kajian komprehensif terkait kesiapan teknis maupun ekonomi guna melompat ke tingkatan B60 hingga B100 (100% bioenergi murni).
"Ssaya menuntut bahwa kemandirian energi B40 tidak cukup. Bahkan, pada saat itu, saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya bahwa dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa," ujar Presiden Prabowo.