news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pakar maritim DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa.
Sumber :
  • ist

Soal KMP Batumandi, Kesiapsiagaan Krisis dan Investigasi Jadi Kunci Perbaikan

Sebanyak 420 penumpang dan 40 awak KMP Batumandi berhasil dievakuasi. Kesiapsiagaan penanganan darurat diapresiasi, sementara investigasi tetap diperlukan.
Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:09 WIB
Reporter:
Editor :

Capt. Hakeng yang juga berpengalaman sebagai nakhoda senior kapal tanker LNG menilai, penentuan lokasi yang aman untuk melaksanakan evakuasi dan pemadaman merupakan salah satu keputusan penting dalam menghadapi kebakaran kapal.

Keputusan tersebut perlu memperhitungkan sejumlah aspek, mulai dari jarak terhadap dermaga, aktivitas lalu lintas kapal, kondisi cuaca, arah angin, pergerakan arus laut, hingga akses bagi petugas penyelamat.

“Penanganan kebakaran kapal di kawasan pelabuhan memiliki risiko berlapis. Selain mengancam penumpang dan awak, kejadian tersebut dapat mengganggu operasional pelabuhan dan membahayakan kapal lain. Karena itu, pemilihan lokasi penanganan harus mempertimbangkan seluruh risiko tersebut,” katanya.

Selain itu, Capt. Hakeng menyinggung persoalan teknis dalam pemadaman kebakaran kapal yang sering kali kurang mendapat perhatian masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan air dalam jumlah besar tidak selalu menjadi langkah paling tepat. Pasalnya, air yang masuk dan terkumpul di bagian dalam kapal dapat memengaruhi stabilitas serta kemampuan kapal untuk tetap mengapung.

Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena yang disebut *free surface effect*, yakni pergerakan bebas air di dalam tangki maupun kompartemen kapal.

Pergerakan air itu berpotensi menurunkan stabilitas, khususnya ketika kapal mulai mengalami kemiringan. Dalam situasi tertentu, penumpukan air bahkan dapat memperparah kemiringan kapal dan meningkatkan kemungkinan kapal terbalik.

“Petugas harus memperhitungkan hubungan antara proses pemadaman dan stabilitas kapal. Api memang harus segera dikendalikan, tetapi dampak air terhadap keseimbangan kapal juga tidak boleh diabaikan. Inilah salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kebakaran di laut,” jelas Capt. Hakeng.

Lebih jauh, Capt. Hakeng mengingatkan bahwa api yang berhasil dipadamkan bukan berarti kondisi kapal telah sepenuhnya aman.

Tahap pendinginan tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali sumber api akibat panas yang masih tersimpan pada struktur kapal.

Selain itu, pemeriksaan terhadap kemungkinan keberadaan gas beracun maupun bahan berbahaya perlu dilaksanakan sebelum petugas memasuki ruangan tertutup untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.

Terkait tenggelamnya KMP Batumandi, Capt. Hakeng menerangkan bahwa berkurangnya daya apung kapal bisa dipengaruhi oleh beberapa kondisi yang saling berkaitan.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral