news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

BP Batam.
Sumber :
  • ist

Investasi Korea Selatan di Batam Melonjak 34 Kali Lipat, Sektor Ini Jadi Penyumbang Terbesar

Investasi Korea Selatan di Batam mencapai Rp1,175 triliun pada semester I 2026, naik 34,1 kali dibanding 2025. Sektor transportasi mendominasi modal yang masuk.
Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:31 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Realisasi investasi Korea Selatan di Batam mencapai Rp1,175 triliun atau sekitar USD65,1 juta sepanjang semester I 2026. Sebagian besar investasi tersebut terkonsentrasi pada sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, angka tersebut meningkat 34,1 kali lipat dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang sebesar Rp34,41 miliar. Sementara itu, jika dibandingkan dengan semester I 2025, pertumbuhannya mencapai 4.169,8 persen.

Dengan realisasi tersebut, Korea Selatan menempati urutan ketiga sebagai negara asal penanaman modal asing terbesar di Batam. Kontribusinya tercatat sebesar 6,60 persen dari total investasi asing yang masuk ke wilayah tersebut.

Peningkatan investasi juga diikuti perubahan komposisi sektor usaha yang menerima modal dari Korea Selatan. Pada 2025, investasi masih tersebar di sejumlah sektor, antara lain perikanan, alat transportasi, mesin, elektronik, kimia, dan farmasi.

Namun, sepanjang semester I 2026, sekitar Rp1,170 triliun atau 99,6 persen investasi Korea Selatan terkonsentrasi di sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi. Sebagian besar realisasi tersebut berkaitan dengan investasi melalui PT Bandara Internasional Batam.

Di tengah peningkatan investasi itu, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan pada 20–24 Oktober 2026. Agenda tersebut mencakup keikutsertaan dalam South Korea Aero Summit 2026 serta pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul.

Delegasi BP Batam terdiri atas Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan Alexander Zulkarnain, serta Direktur Badan Usaha Kawasan Bandara Kurnia Budi.

Dalam South Korea Aero Summit yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026, Fary menjadi salah satu pembicara. Ia memaparkan rencana pengembangan sektor penerbangan, termasuk industri perawatan dan perbaikan pesawat atau *maintenance, repair, and overhaul* (MRO), kargo udara, serta industri pendukung Bandara Internasional Hang Nadim.

“Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” ujar Fary.

Menurutnya, pengembangan Bandara Hang Nadim perlu diintegrasikan dengan kawasan industri dan jaringan rantai pasok global. Selain pembangunan infrastruktur, kepastian regulasi dan kemudahan berusaha dinilai menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk menarik investasi.

Pada Rabu (21/10/2026), delegasi BP Batam juga bertemu dengan Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ali Andika Wardhana, di KBRI Seoul. Pertemuan tersebut membahas identifikasi perusahaan Korea Selatan yang berpotensi memperluas kegiatan usahanya ke Batam.

Pembahasan turut mencakup fasilitasi pertemuan bisnis dan rencana kunjungan calon investor untuk melihat langsung kondisi kawasan industri di Batam. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi elektronik, semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, penerbangan, logistik, dan teknologi digital.

Dalam penjajakan tersebut, BP Batam juga memaparkan keberadaan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan 31 kawasan industri di Batam. Status kawasan perdagangan bebas menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam kaitannya dengan kegiatan investasi dan perdagangan internasional.

Selain agenda pertemuan bisnis, kunjungan kerja tersebut mencakup pengamatan terhadap pengelolaan bandar udara dan kawasan ekonomi di Incheon. Kegiatan ini dilakukan sebagai bahan pembelajaran terkait pengembangan infrastruktur dan ekosistem industri di sekitar Bandara Hang Nadim.

Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyatakan bahwa meningkatnya investasi Korea Selatan perlu diikuti dengan upaya memperluas kerja sama ekonomi. Ia menilai penjajakan investasi sebaiknya diarahkan pada sektor yang memiliki nilai tambah dan berpotensi membuka lapangan pekerjaan.

“Batam memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tujuan investasi unggulan di kawasan. Karena itu, kami terus mendorong promosi investasi yang terarah, memperkuat konektivitas, serta memastikan kemudahan dan kepastian berusaha bagi para investor. Kami ingin peluang kerja sama yang dijajaki di Korea Selatan dapat ditindaklanjuti menjadi investasi konkret yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Batam,” ujar Amsakar.

Amsakar menambahkan, realisasi investasi tidak hanya perlu dilihat berdasarkan besarnya modal yang masuk, tetapi juga dampaknya terhadap perekonomian daerah. Aspek yang menjadi perhatian mencakup pengembangan industri, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, dan kesejahteraan masyarakat.

Meski nilai investasi Korea Selatan meningkat signifikan pada semester I 2026, hasil penjajakan kerja sama terbaru di Seoul masih perlu ditindaklanjuti. Belum ada rincian mengenai nilai komitmen investasi baru maupun jumlah proyek yang disepakati melalui rangkaian pertemuan tersebut.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral