news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI, Prabowo Subianto..
Sumber :
  • Antara

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PLTS 100 GWp Jadi Langkah Menuju Kemandirian Energi

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa memiliki potensi energi surya sebesar 3.294 gigawatt
Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:37 WIB
Reporter:
Editor :

Khusus untuk tahap awal yang mencakup 15 proyek PLTS, potensi penghematan APBN diperkirakan mencapai Rp4,6 triliun per tahun.

Manfaat lainnya bagi perekonomian adalah peningkatan penguasaan teknologi dan pengembangan rantai pasok PLTS di dalam negeri. 

Sementara itu, bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemanfaatan PLTS akan didorong untuk mendukung kegiatan produktif yang dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. 

Dengan demikian, listrik dari PLTS tidak hanya digunakan untuk penerangan dan kegiatan nonproduktif, tetapi juga untuk mendukung aktivitas ekonomi.

“Jika mataharinya matahari Indonesia, panel suryanya dibuat oleh jerih payah rakyat Indonesia, dan baterai listriknya dihasilkan dari keringat tenaga kerja Indonesia, maka energi surya ini adalah energi Indonesia, energi Ibu Pertiwi. Nilai tambahnya adalah nilai tambah untuk rakyat Indonesia, lapangan kerja yang tercipta adalah untuk bangsa dan negara Indonesia,” ujar Bahlil.

Berdasarkan data Kementerian ESDM per Juli 2026, kapasitas PLTS nasional baru mencapai sekitar 1,76 gigawatt dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional sebesar 108 gigawatt.

Penambahan kapasitas energi surya sebesar 100 GWp diproyeksikan meningkatkan kapasitas PLTS nasional hingga 57 kali lipat. Program ini juga diperkirakan dapat menghemat penggunaan bahan bakar diesel hingga 6 juta kiloliter per tahun di seluruh Indonesia.

Pada tahap awal yang mencakup 15 proyek PLTS, penghematan bahan bakar minyak jenis diesel diperkirakan mencapai 319.998 kiloliter per tahun. 

Selain itu, program ini diperkirakan menghemat penggunaan gas alam sebesar 35,66 ribu MMSCF (million standard cubic feet) per tahun.

Optimalisasi pemanfaatan energi surya juga berkaitan erat dengan potensi penurunan emisi gas rumah kaca. 

Program PLTS 100 GWp diperkirakan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 140 juta ton CO₂ serta membuka potensi pasar karbon senilai Rp6,31 triliun, dengan asumsi harga karbon sebesar USD4 per ton CO₂ ekuivalen.

Program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk mempercepat transisi energi dan memperkuat kemandirian bangsa. 

Sejalan dengan cita-cita Presiden, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah terus berkomitmen mengembangkan potensi energi surya secara bertahap dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. (*)

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral