news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Perindustrian Dukung Investasi di Proyek Strategis Nasional Pulau Wetar.
Sumber :
  • ist

Proyek Strategis Nasional Pulau Wetar Dapat Dukungan Menteri Perindustrian

Proyek hilirisasi tembaga dan mangan di Pulau Wetar didorong menjadi PSN. Rencana investasi USD42,7 miliar itu mencakup smelter hingga pelabuhan internasional.
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:09 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana pembangunan kawasan industri pengolahan tembaga dan mangan di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, mendapat dukungan dari Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji. Proyek dengan nilai investasi yang direncanakan mencapai USD42,7 miliar tersebut juga didorong untuk masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kawasan industri yang diberi nama Indonesia Luna Industrial Park (ILIP) itu dirancang sebagai pusat pengolahan mineral terintegrasi. Pengembangannya diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil tambang sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur.

Rencana investasi tersebut dibawa oleh Zaliwa International, perusahaan yang berbasis di Dubai, melalui anak usahanya, PT Zaliwa Karya Semesta. Chairman dan Founder Zaliwa International, Sandri Putro, menyatakan bahwa pengembangan industri pengolahan mineral menjadi salah satu fokus investasi perusahaan di Indonesia.

Menurut Sandri, potensi sumber daya alam Indonesia memberikan peluang bagi pengembangan industri berbasis mineral. Namun, investasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Kami melihat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk pengembangan industri, khususnya melalui hilirisasi sumber daya alam. Melalui Zaliwa International dan anak perusahaan kami, PT. Zaliwa Karya Semesta, kami ingin berkontribusi dalam pengembangan kawasan industri hilirisasi mineral berbasis tembaga dan mangan terintegrasi di Pulau Wetar. Kami berharap investasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian daerah dan nasional,” kata Sandri kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).

Dalam rencana pengembangannya, ILIP akan menggabungkan sejumlah fasilitas industri yang saling terhubung. Infrastruktur tersebut mencakup kegiatan pertambangan, pengolahan mineral, pembangunan smelter, hingga fasilitas pelabuhan internasional.

Konsep tersebut disiapkan agar proses pengolahan bahan tambang dapat dilakukan secara terintegrasi sebelum menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Keberadaan fasilitas logistik juga diharapkan mendukung distribusi hasil industri ke pasar domestik maupun internasional.

Selain pembangunan fasilitas industri, proyek ini diproyeksikan membuka lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal. Pengembangannya juga diharapkan mendorong transfer teknologi serta memperkuat rantai pasok industri nasional.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji disebut mendukung upaya pengembangan kawasan industri tersebut. Kementerian Perindustrian juga mendorong agar proyek hilirisasi mineral di Pulau Wetar dapat ditetapkan sebagai PSN.

Dorongan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga dalam mendukung pelaksanaan investasi. Meski demikian, penetapan status PSN tetap memerlukan proses sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Pemerintah mendorong pengembangan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat struktur industri nasional, dan menciptakan pemerataan pembangunan. Rencana pengembangan kawasan industri hilirisasi mineral berbasis tembaga dan mangan di Pulau Wetar dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur,” tegas Sarmuji.

Pengembangan ILIP juga diarahkan untuk mendukung kebijakan hilirisasi mineral yang menjadi salah satu agenda industrialisasi nasional. Melalui pengolahan komoditas di dalam negeri, proyek tersebut diharapkan dapat memperluas aktivitas ekonomi dan meningkatkan daya saing industri Indonesia.

Meski demikian, realisasi investasi senilai USD42,7 miliar masih bergantung pada pelaksanaan tahapan pengembangan proyek. Kepastian investasi, pembangunan infrastruktur, dan dukungan regulasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan kelanjutan pengembangan kawasan industri tersebut.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral