- ist
Data Perusahaan Bisa Tetap di Indonesia, Infrastruktur Cloud Baru Resmi Diluncurkan di Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Perusahaan di Indonesia kini memiliki pilihan baru untuk menyimpan dan mengelola data digital tanpa harus menempatkannya di luar negeri. Infrastruktur komputasi awan atau cloud berbasis lokal resmi diluncurkan di Jakarta pada Jumat (23/10/2026).
Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan bisnis terhadap keamanan dan kedaulatan data. Pengelolaan informasi pelanggan, termasuk cadangan dan catatan operasional sistem, disebut dapat dilakukan sepenuhnya di Indonesia.
Persoalan penyimpanan data menjadi salah satu pertimbangan penting bagi perusahaan yang mengembangkan layanan digital. Selain keamanan, pelaku usaha perlu memperhatikan lokasi server, biaya operasional, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Di Indonesia, ketentuan mengenai lokasi penyimpanan data antara lain diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019. Regulasi tersebut mewajibkan penyelenggara sistem elektronik lingkup publik menyimpan dan mengelola data di dalam negeri, dengan pengecualian tertentu.
Sementara itu, penyelenggara sistem elektronik lingkup privat memiliki ketentuan berbeda terkait penempatan data di dalam maupun luar negeri. Meski demikian, penggunaan infrastruktur lokal dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang membutuhkan kendali lebih besar terhadap data mereka.
Infrastruktur yang baru diluncurkan itu menggunakan pusat data di Jakarta dengan sertifikasi Tier IV. Pengelola juga menawarkan sistem pembayaran menggunakan rupiah serta skema penggunaan layanan yang dihitung setiap jam.
Layanan tersebut bernama Civo Indonesia Region, platform sovereign public cloud hasil kerja sama Arupa Cloud Nusantara dan Civo. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan memperluas pilihan infrastruktur digital bagi pelaku usaha di Indonesia.
Platform tersebut menyediakan sejumlah layanan, mulai dari managed Kubernetes, virtual machines, hingga pengelolaan basis data PostgreSQL. Infrastruktur itu dirancang untuk mendukung pengembangan aplikasi modern dengan kebutuhan kapasitas yang dapat disesuaikan.
Salah satu aspek yang ditawarkan adalah pengelolaan data pelanggan yang tetap berada di Indonesia, termasuk data cadangan dan catatan operasional. Melalui Arupa, pelanggan juga dapat memperoleh pendampingan teknis, bantuan migrasi, serta penanganan gangguan sistem.
Dari sisi biaya, Civo mengklaim tidak mengenakan tarif transfer data masuk maupun keluar dari region Jakarta. Perusahaan juga menyebut biaya penggunaan Kubernetes dengan konfigurasi tertentu bisa 49–62 persen lebih rendah dibandingkan sejumlah penyedia cloud besar, berdasarkan perhitungan internal dengan asumsi harga tertentu.
Civo turut mengklaim mesin virtual dapat disiapkan dalam waktu kurang dari 60 detik, sedangkan cluster Kubernetes kurang dari 90 detik. Kendati demikian, angka tersebut merupakan klaim performa perusahaan dan belum tentu mencerminkan hasil penggunaan pada seluruh kondisi operasional.
“Indonesia memiliki peluang besar dalam adopsi teknologi cloud-native, seiring meningkatnya kebutuhan bisnis akan infrastruktur yang lebih mudah dikelola, memiliki transparansi biaya, dan dirancang untuk mendukung aplikasi modern,” ujar Simon Hansford, Chief Commercial Officer Civo.
CEO Arupa Cloud Nusantara, Reza Kertadjaja, menyebut kerja sama tersebut bertujuan memperluas pilihan infrastruktur bagi perusahaan Indonesia. Kolaborasi ini juga mencakup dukungan konsultasi teknologi dan pendampingan teknis lokal.
Pengembangan berikutnya akan menyasar kebutuhan komputasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Layanan GPU Compute dan GPU Kubernetes di Jakarta dijadwalkan mulai tersedia pada Desember 2026, dengan reservasi yang telah dibuka melalui Arupa.
Kerja sama ini turut mendapat perhatian Kedutaan Besar Inggris di Jakarta sebagai bagian dari kolaborasi teknologi kedua negara. Arupa dan Civo juga berpartisipasi dalam Kubernetes Community Days Indonesia 2026 di Bandung pada Sabtu (24/10/2026), yang mempertemukan komunitas pengembang dan pelaku industri teknologi.