- Pemerintah Kabupaten Bekasi
Makjleb! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sampaikan Fakta Kondisi Bekasi: Duitnya Banyak tapi Daerah Gak Rapi
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam terhadap kondisi Kabupaten Bekasi. Pasalnya, daerah tersebut dinilai masih belum tertata dengan baik.
Dedi Mulyadi menyoroti daerah tersebut padahal memiliki anggaran besar. Semestinya jumlah dana itu bisa dimanfaatkan untuk membenahi lingkungan dan meningkatkan kualitas fasilitas publik.
Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi ketika melantik Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja untuk sisa periode 2025-2030 di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (23/10/2026).
"Bekasi itu duitnya banyak, tapi daerahnya enggak rapi," ujar Dedi Mulyadi dikutip tvOnenews.com, Minggu (25/10/2026).
KDM sapaan akrabnya menyinggung sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, khususnya Asep yang baru dilantik sebagai Bupati Bekasi.
Permasalahan tersebut meliputi tumpukan sampah di berbagai lokasi, kondisi sungai yang kotor, hingga rumput liar yang tumbuh tanpa penanganan.
Selain itu, kata mantan Bupati Purwakarta ini, keberadaan baliho dan spanduk yang tidak tertata juga dinilai mengganggu keindahan wilayah.
"Sungainya penuh sampah-sampah, udah hijau-hijau, rumput di sungainya tinggi, sampah di setiap daerah menumpuk, spanduk baliho bertebaran di mana-mana," tuturnya.
Dampak Kondisi Carut-Marut Kabupaten Bekasi
- Istimewa
Dedi Mulyadi menilai dampak kondisi di Kabupaten Bekasi, yang masih belum tertata rapi. Akibatnya, para warga Bekasi tidak betah dan selalu memilih wilayah lain sebagai tempat hiburan.
"Akhirnya kalau Jumat, Sabtu, Minggu, itu pada kabur semua. Ada yang ke Ciater, Pangalengan, Ciwidey, Pangandaran. Itu kebanyakan orang Bekasi. Itu karena apa? Daerahnya belum rapi," terangnya.
Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, besarnya anggaran daerah seharusnya diikuti dengan percepatan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya memiliki anggaran besar, tetapi juga harus mampu menggunakannya secara efektif untuk menjawab kebutuhan warga.
Ia bahkan menyoroti sejumlah fasilitas umum yang kondisinya memprihatinkan. Kursi taman, misalnya, justru digunakan untuk berjualan, sedangkan tempat sampah dilaporkan hilang dari lokasi semestinya.
"Harus segera menata Kabupaten Bekasi secara totalitas karena sungainya keruh, sampah di mana-mana, dan tata ruang yang tidak beraturan," minta dia.
Tak hanya persoalan kebersihan, Dedi turut menyinggung tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Bekasi yang disebut berkisar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun setiap tahun.
Besarnya SiLPA tersebut dinilai berbanding terbalik dengan kondisi sejumlah fasilitas publik yang masih membutuhkan perbaikan, termasuk bangunan sekolah dan sarana pelayanan kesehatan.
"Banyak sekolah yang rusak, layanan puskesmas kurang optimal, itu kelemahan Kabupaten Bekasi. Namun, rata-rata SiLPA-nya itu Rp1 triliun sampai Rp2 triliun. Satu sisi banyak infrastruktur yang harus dibangun, ini yang saya tekankan enggak boleh lagi ada SiLPA," tegasnya.
Minta Bekasi Lebih Tertata
Dedi berharap Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja segera mengambil langkah konkret untuk membenahi wilayahnya secara menyeluruh. Penataan lingkungan, perbaikan infrastruktur, serta optimalisasi penggunaan anggaran menjadi hal yang perlu diprioritaskan.
Ia juga menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Kabupaten Bekasi.
"Untuk itu, sekarang dipimpin dokter Asep buat Bekasi lebih kinclong, dan Pemprov Jabar akan membantu full estetika Kabupaten Bekasi," katanya.
Melalui pembenahan tersebut, Bekasi diharapkan menjadi daerah yang lebih bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Besarnya anggaran yang dimiliki pun diharapkan benar-benar berujung pada pembangunan nyata, bukan sekadar tersisa dalam laporan keuangan daerah.
(hap)