news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

HACGAM V 2009. Menkopolhukam Widodo AS (tengah)..
Sumber :
  • Antara

Mengenang Rekam Jejak Laksamana Widodo AS: Menghadapi Badai Krisis Hingga Reformasi

Tokoh bangsa sekaligus mantan Panglima TNI, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, disemayamkan dalam sebuah upacara militer kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Senin, 26 Oktober 2026 - 01:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Suasana haru menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/10). Tokoh bangsa sekaligus mantan Panglima TNI, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, disemayamkan dalam sebuah upacara militer kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Kepergian mendiang membawa duka mendalam bagi negeri. Sederet pejabat tinggi, pimpinan tiga matra TNI, hingga tokoh nasional hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. 

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang tampak hadir, mengungkapkan duka mendalam serta kesan pribadinya terhadap mendiang.

Bagi SBY, Widodo AS bukan sekadar rekan kerja, melainkan sosok prajurit yang telah menemani perjalanan bangsa dalam berbagai fase kritis.

"Laksamana Widodo AS itu seorang prajurit, patriot, pemimpin, yang juga negarawan, yang banyak sekali jasanya. Saya sangat sering, belasan tahun mengemban tugas bersama almarhum," ujar SBY.

SBY mengenang keteguhan sikap mendiang, terutama saat Indonesia berada di persimpangan jalan pada masa krisis 1998, transisi kepemimpinan, hingga masa tugas bersama di kabinet. 

"Banyak kenangan saya pribadi bersama beliau. Tetapi intinya, beliau itu kalau demi konstitusi dan Merah Putih itu tegak lurus," tegas SBY.

Hal senada juga diungkapkan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. 

Ia mengenang almarhum sebagai sosok panutan yang menunjukkan profesionalisme tinggi. 

"Saat beliau menjadi panglima, saya masih pangkat kapten-mayor dan beliau menjadi panutan kami," kenang Agus.

Semasa hidupnya, Widodo AS memegang peranan krusial dalam sejarah modern Indonesia. 

Ia memimpin TNI di tengah turbulensi hebat, mulai dari era Reformasi 1998, dinamika lepasnya Timor Timur, hingga menghadapi embargo senjata internasional yang sempat melumpuhkan kekuatan pertahanan nasional. 

Selain itu, ia juga menjadi tokoh sentral dalam transisi besar saat ABRI berubah menjadi TNI dan memisahkan diri dari Polri.

Kepergiannya meninggalkan warisan kepemimpinan yang berintegritas. 

Turut hadir dalam prosesi pemakaman tersebut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, jajaran Kepala Staf TNI dari ketiga matra, serta sejumlah mantan Panglima TNI dan petinggi militer yang memberikan penghormatan bagi sang patriot yang telah purna tugas. (ant/dpi)


 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral