- Pebri
OMC Tebar 10 Ton Garam dan 2,4 Ton Dry Ice, Hotspot di OKI Turun Jadi 78 Titik
Palembang, tvOnenews.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan mulai menunjukkan hasil. Setelah penebaran hampir 10 ton garam dan 2,4 ton dry ice, hujan mulai turun di sejumlah wilayah. Sementara itu, jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) turun menjadi 78 titik.
Dansatgas Darat Karhutla Sumsel yang juga Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, mengatakan operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Alhamdulillah hari ini kita ada hujan dari tadi malam kemudian kemarin juga hujan itu adalah hasil daripada operasi modifikasi cuaca. Kemarin sudah ditebar hampir sepuluh ton untuk garam kemudian juga dry ice itu dua koma empat,” ujar Khabib Mahfud di Posko Korem 044/Gapo, Selasa (27/10/2026).
Menurut Khabib, tren penurunan juga terlihat pada jumlah titik panas dan suhu permukaan di Sumatera Selatan. Pemantauan perkembangan awan terus dilakukan melalui aplikasi dan posko karhutla di Korem 044/Gapo.
Kabupaten OKI, Musi Banyuasin, dan Banyuasin masih menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla. Khusus di OKI, jumlah hotspot tercatat turun menjadi 78 titik, dibandingkan 823 titik pada hari sebelumnya dan 1.823 titik pada periode sebelumnya.
“OKI sendiri hari ini kan kurang lebih ada 78 titik hotspot ya sangat jauh dibandingkan kemarin itu sekitar 823 titik hotspot hari sebelumnya 1.800 artinya bergerak dia menurun,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kebakaran, Satgas Darat yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, DLHK, dan relawan tetap difokuskan di Kabupaten OKI.
Khabib juga mengimbau seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman agar tetap bersemangat dan ikhlas menjalankan tugas. Menurutnya, penanganan karhutla merupakan tugas negara yang mulia.
Ia mengingatkan, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kalau seandainya kita tidak tertangani dengan baik artinya banyak orang yang mungkin nanti kena ISPA dan lain-lain ya mungkin jangka pendek tidak terasa tetapi jangka panjangnya dia bisa nanti jadi kanker dan lain sebagainya,” jelas Khabib.
Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga kelestarian alam dan mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau.